Lagi, Tertipu Jual-Beli Burung Online

| Dibaca 9,309 kali
Penipu Online ( ilustrasi )

Penipuan jual beli burung online terjadi lagi. Kali ini menimpa Tommie Sastraatmadja atau akrabnya di sapa Tommie. Ia adalah satu dari kesekian korban penipuan online. Tommie mengaku tertipu karena membeli burung dari salah satu blog yang menyediakan jasa Jual-beli burung.

Jakarta ( BnR ) Kejadian ini bermula tanggal 6 April 2014 saat Tommie berencana membeli burung. Lantas mulailah Ia browsing sana-sini mencari apakah ada yang menjual burung melalui online. Setelah beberapa saaat melakukan pencarian akhirnya Tommie menemukan sebuah blog yang menjual burung kicauan . Dalam blog tersebut tercantum Nama, alamat bahkan kontak HP. Mulailah Tommie menelpon kontak yang tercantum

“Nama Penjualnya Edie Eko Irawan . Di blognya ada foto bermacam-macam burung, baik burung import maupun lokal. Harga relatif bagus, ada yang murah juga ada yang mahal. Burung lokal  yang dijual Murai batu, Cucakrowo, Jalak Bali dan masih banyak lagi” Ujar Tommie

Lantas dia ( Tommie ) menjatuhkan pilihan untuk membeli Burung Grey Parrot dengan harga Rp. 14 Juta. Dalam pebicaraan bersama Edie ( penjual ) Tommie di minta untuk mentransfer via rekening sesuai jumlah diatas.

“Saya transfer sebesar Rp. 14 juta pada tgl 6 April 2014, sore hari. Bukti Transfer masih saya simpan semuanya” ujar Tommie.

Setelah pembayaran selesai, Edi menjanjikan akan mengirim burung tersebut melalui Jasa pengiriman hari itu juga. Selain itu Edi mengatakan bahwa ada biaya tambahan asuransi, namun besarnya biaya asuransi tidak disebutkan Edie,  dengan alasan akan di jelaskan nanti oleh pihak ekspedisi.  Tak lama kemudian Tommie di hubungi oleh orang yang mengaku dari pihak ekspedisi bernama Yusuf yang menyampaikan biaya asuransi pengiriman adalah 50% dari harga barang .Tommie mulai merasa ada sesuatu yang janggal.

“Saya berpendapat bahwa asuransi itu tanggung jawab penjual, karena resiko masih ada pada penjual dan bukan pada Saya, dan menurut saya tidak sebesar itu. Itupun terserah saya mau dengan asuransi atau tanpa asuransi, kecuali penjual yang bayar. ungkap Tommie

Tommie menambahkan bahwa Yusuf memaksa asuransi pengiriman  dibayar malam itu juga, agar burung bisa diterima besok hari atau paling lambat besok malam. Mendengar hal itu Tommie menjadi kurang yakin dan memutuskan untuk menunda jadwal pengiriman menjadi tanggal 7 April 2014

Kemudian Tommie menelpon salah satu rekannya yang kebetulan bekerja di ekspedisi pengiriman dan mengatakan bahwa tidak benar ada peraturan asuransi hingga 50% dari nilai barang. Lantas Tommie menelpon Yusuf dan seolah – olah ingin mentransfer dana dan meminta nomor rekening Yusuf.  Selanjutnya Tommie menelpon Edie dan menjelaskan  bahwa asuransi bukan urusan pembeli tapi menjadi urusan penjual. Edie bersikeras dengan mengatakan bahwa itu sudah aturan main mereka.

“Saya bilang ke Edie, Pak Edie saja yang bayar, kan sudah kenal dengan ekspedisi, mungkin juga bisa separuhnya atau apalah, begitu.” ujar Tommie.

Karena tidak ada jalan keluar Tommie mengusulkan untuk mengganti pesanannnya dengan membeli burung Grey Parrot yang bisa bicara harga Rp. 9 Juta. Untuk asuransi bisa dibayar dengan sisa uang Rp. 5 Juta. Lantas Edie menjanjikan akan mengurus penggantian pesanan.

Keesokan harinya ( 8 April 2014 ) Tommie menerima telepon dari nomor lain yang menuliskan kode Konfirmasi 04998511 pengembalilan uang dan menyuruhnya untuk ke ATM sambil menunggu info dari penelpon itu.  Karena tidak mengetahui siapa orang itu, Tommie menelpon yang bersangkutan.

“Saya telpon yang bersangkutan, Saya tidak tahu namanya, lalu Saya menanyakan kenapa harus dengan konfirmasi segala. Kalau mau kirim, ya transfer saja, ke nomer rekening Saya. Lalu penelpon menjawab itu sudah jadi peraturan dari bagian keuangan mereka. Itu harus diikuti kalau ingin uangnnya kembali” ujar Tommie menirukan percakapannya waktu itu.

Merasa yakin ditipu dan akan ditipu lagi,  Tommie memutuskan untuk tidak melanjutkan percakapan.

“Saya langsung sudahi percapakan dengang orang itu karena saya merasa akan ditipu lagi oleh mereka. Sekarang saya hanya berharap semoga orang lain yang berencana membeli burung ataupun bertransaksi via online berhati-hati agar tidak menjadi kejadian seperti ini” Tutur Tommie menutup percakapan.

Kejadian diatas juga akhirnya menarik  perhatian Bang Boy. Ia menjelaskan bahwa seharusnya para kicuamania atau siapapun yang mau membeli burung hendaknya berhati-hati .

Saat di hubungi Media BnR, Bang Boy mengatakan “Aku turut berduka dengan kejadian seperti ini. Banyak yang mengeluh juga tertipu membeli burung dengan mengatas namakan BnR. Aku beritahukan bahwa BnR tidak pernah menjual burung via online ”

Nah kicaumania, berhati-hatilah dalam membeli atau bertransaksi via online. Semoga tulisan diatas bermanfaat dan menjadi informasi yang berharga untuk kita semua.

(van)

 

Kumpulan Berita :