Penangkaran Ring Nggo-Nggo: Dari Hobi Menjadi Bisnis

| Dibaca 18,869 kali
Salah Satu Kandang Penagkaran Ring Nggo-Nggo yang Sedang Produksi
Salah Satu Kandang Penagkaran Ring Nggo-Nggo yang Sedang Produksi

Kuansing (MediaBnR.COM) – Dunia hoby burung berkicau semakin lama semakin berkembang. Perburuan burung berkicau di alam terbuka juga semakin menjadi-jadi. Namun sayang perburuan yang tidak memandang kelangsungan kelestarian burung tersebut membuatnyan menjadi langka terutama burung murai batu yang menjadi burung andalan di Sumatera khusunya Medan, Riau dan Sumatera Barat.

Oleh sebab itu diperlukan tangan-tangan kreatif untuk menjaga kelestarian burung tersebut seperti yang dilakukan oleh Herman Jaya dengan membuka penangkaran yang diberi nama Penangkaran Nggo-Nggo yang juga memakai Ring Nggo-Nggo.

Ring Nggo-Nggo
Ring Nggo-Nggo

Penangkaran Ring Nggo-Nggo yang bertempat di Desa Suka Maju, Kecamatan Kuantan Singingi, Kabupaten Kuansing , Provinsi Riau, ini sudah tidak asing lagi bagi kicaumania Riau. Saat dikunjungi oleh MediaBnR.Com beserta Ketua Divisi Penangkaran BnR Riau, Tony Dewa, dik ediamannya, Herman menunjukkan langsung lokasi penangkaran yang ada di 2 tempat namun masih dalam satu desa.

Untuk menjalani usahanya ini, Herman tidak terlalu banyak mendapat kendala. Mulai dari proses penjodohan yang selama ini menjadi momok bagi penangkar sepertinya tidak ditemui oleh penangkar satu ini. Terbukti kecocokan tangan yang membuatnya semua berjalan lancar. “Alhamdulillah mulai dari awal kita tidak begitu mendapat permasalahan dalam memulai usaha ini. Mungkin ibarat kata orang, tangannya cocok ya,” ungkap Herman sambil tersenyum.

Mas Bayu Mekanik Penangkaran Ring Nggo-Nggo
Mas Bayu Mekanik Penangkaran Ring Nggo-Nggo

Pria yang masih tergolong muda yang juga pengusaha sawit ini  sudah menekuni usahanya selama 1 tahun tepatnya dimulai Januari 2016. Saat ini telah menjual anak burung murai batu di atas 15 ekor satu bulan dengan harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per-ekor tergantung trah-nya. “Ya kita jual berbeda. Kalau kawan-kawan mungkin lebih murah lah. Jadi harganya fleksibel lah,” ungkap herman kepada MediaBnR.Com.

Hasil Produksi di Salah Satu Kandang
Hasil Produksi di Salah Satu Kandang

Dari hasil penangkaran tersebut, Herman bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp 15 juta sampai Rp 20 juta setiap bulannya dari 11 indukan yang sekarang ditangkarkannya. Sementara biaya pakan sebulan untuk semua burung berkisaran Rp 4 juta. Terbukti memang usaha penangkaran juga dapat sangat mendukung perekonomian.

Herman menjelaskan dari 11  indukan yang sedang produktif saat ini terdapat Indukan dari Pasaman, Medan, Aceh dan juga trah Riau sendiri yaitu murai batu Kuntu. “Dari 11 indukan ini ada 4 indukan yang merupakan trah juara. Khusus ini harganya mungkin lebih mahal,” ungkap Herman saat bercengkrama denga Ketua Divisi Penangkaran, Tony Dewa.

Herman yang Mencoba Memberi Makan Murai Batu di Salah Ssatu Kandang
Herman yang Mencoba Memberi Makan Murai Batu di Salah Ssatu Kandang

 

Hasil Produksi di Salah Satu Kandang
Hasil Produksi di Salah Satu Kandang

Dengan fasilitas kandang yang bagus membuat Penangkaran Nggo-Nggo ini berkembang dengan pesat. Kedepannya, Herman berniat akan menambah lagi kandang penangkaran. “Memang serius, terlihat dari fasilitas kandang yang bagus. Ini baru niat menangkar,” celetuk Tony Dewa sambil tersenyum.

Untuk pemasaran, Herman juga tidak mengalami kendala. Kepada MediaBnR.Com, Herman mengatakan bahwa hasil dari tangkarannya selain sudah menyebar di sekitar Riau juga sudah sampai ke Medan, Solo bahkan Semarang. Selanjutnya, Herman berniat akan bergabung di Ring BnR Community denga memakai ring BnR khusus untuk trah juaranya. “Kedepan saya akan coba pakai ring BnR tapi khusus untuk trah juara,” ungkap Herman kepada Tony Dewa menutup percakapan. (boeya)