Berhasil Lahirkan Murai Batu Jawara Nasional

| Dibaca 27,943 kali

APIP METEOR BF GARUT

H. Apip (kedua kanan) pemilik Meteor BF dari Garut
H. Apip (kedua kanan) pemilik Meteor BF dari Garut

Mediabnr - Penghobi yang satu ini semula hanya sekedar penikmat kicauan semata. Didasari akan kecintaannya pada burung Murai Batu, peluang hobi jadi bisnis dengan mencoba menjadi seorang breeder si ekor panjang tersebut. H. Apip yang beralamat di Jl. Anyar Pasar Andir, Bayongbong, Kampung Narongtong,  Desa Mekarsari, Garut, kini telah berhasil mencetak Murai Batu jawara lewat perjalanan yang panjang nan berliku.

Tirai plastik, penahan tiupan angin dan hujan
Tirai plastik, penahan tiupan angin dan hujan

Harus Hobi

Delapan tahun yang lalu, H. Apip mengawali kegiatan ternaknya. Berawal dari 4 pasang indukan, kini H. Apip mengkoleksi 25 pasang indukan dari trah terpilih yang sudah ia seleksi. Tidak mudah untuk mencapai semua itu, perjalanan pertamanya menuai kegagalan. “Awalnya kena tipu dalam membeli indukan. Selain harganya mahal juga jenisnya bukan yang saya harapkan,” ujar H. Apip. “Namun kejadian tersebut tidak membuat saya menyerah. Justru lewat pengalaman tersebut, saya bisa belajar banyak, bagaimana memilih indukan yang baik juga jenis burung unggulan untuk di jadikan indukan,” lanjutnya. Lewat proses pematangan alamiah yang dipelajari secara otodidak, H. Apip kini berhasil mencetak anakan unggulan dari indukan hasil breedingnya.

Menurut penghobi Murai Batu asli Garut, H. Apip, menangkarkan Murai Batu harus dilandasi hobi karena perlu pengorbanan yang tinggi. Selain waktu juga materi serta kesabaran. “Ingin menjadi breeder harus total dan mau belajar. Pasti akan berhasil jika kemauan dan semangat kita tinggi,” tutur H. Apip.

Tirai plastik, penahan tiupan angin dan hujan
Tirai plastik, penahan tiupan angin dan hujan

Sanitasi & Sirkulasi

Kebersihan area kandang menjadi prioritasnya. Selain asupan pakan yang wajib harus selalu tersedia, sanitasi dan sirkulasi menjadi poin penting dalam beternak. “Tentunya extra fooding menjadi salah satu yang utama, tetapi semua itu akan berhasil bilamana sanitasi dan sirkulasi kandang perjodohan, selalu dalam keadaan bersih. Dalam artian terhindar dari predator seperti cicak atau tikus, juga aliran udara yang masuk seimbang,” katanya.

Salah satu pasangan indukan yang sudah produktif tampil aktif
Salah satu pasangan indukan yang sudah produktif tampil aktif
Saat proses penjodohan, salah satu indukannya ditempatkan terpisah dalam satu kandang penangkaran
Saat proses penjodohan, salah satu indukannya ditempatkan terpisah dalam satu kandang penangkaran

Perjodohan

Ukuran kandang perjodohan 1,2 m x 2m, bahan bata cor dengan sirkulasi udara. Atap serta diding depan menggunakan ram kawat. Indukan yang sekarang digunakan, merupakan hasil breedingnya sendiri. “Anakan yang mempunyai jiwa fighter tinggi, volume keras serta caturangga baik, kemudian saya simpan untuk indukan jantan yang akan datang. Lalu anakan pilihan tersebut dikawinkan dengan calon betina yang sudah terpilih juga. Tentunya beda kandang ternak, guna menghindari perkawinan satu turunan atau in-breeding,” ungkapnya.

Dalam perjodohannya, Murai Batu jantan terpilih dimasukan ke dalam sangkar kotak terlebih dahulu. H. Apip menyebutnya masa penjajagan alias pengenalan. Tehnik tersebut menjadi menu rutinnya dalam perjodohan. “Kalau jantan langsung dimasukan kandang perjodohan, pernah terjadi sang jantan menyerang betinanya. Untuk itu tehnik pengenalan, selalu berhasil untuk perjodohan Murai Batu yang baru akan kawin atau mempelai baru,” tuturnya.

Pemberian fooding sangat wajib diberikan agar para indukan stabil dalam mencetak anakannya
Pemberian fooding sangat wajib diberikan agar para indukan stabil dalam mencetak anakannya

Penetasan

Setelah perkawinan terjadi indukan betina akan mengeram. Masa pengeraman 14 hari, dengan jumlah telur antara 2 -3 butir. Setelah menetas anakan diloloh indukan selama 10 -12  hari. Setelah anakan terlihat sudah agak besar, antara 10 – 20 hari dari masa lolohan, indukan siap kawin kembali. Meski indukan siap kawin, H. Apip tidak terlalu kejar produksi. Biasanya indukan jantan dan betina ada masa rehat pemulihan. Tujuannya menjaga kualitas dari hasil anakannya. Beberapa hasil anakan Meteor BF Garut bahkan sudah ada yang juara di lomba tingkat nasional. Lewat kerja kerasnya H. Apip berhasil membangun bird farm-nya tumbuh besar dan berkembang. (Ricky)