Pakem Penilaian Lovebird BnR Masuk Jatim

| Dibaca 11,081 kali
Pengurus BnR pusat Iwan dan H Dodot
Pengurus BnR pusat Iwan dan H Dodot

Sidoarjo – 11/08/2017 (Media BnR), Dunia perburungan di Indonesia dewasa ini semakin lama semakin berkembang, dari segi pengetahuan tentang burung, penghoby burung, penangkar burung, hingga pecinta lomba burung. BnR yang selama ini selalu membuat trobosan baru di dunia kicau, memang tak mau hanya tinggal diam dan duduk manis. Inovasi dan berkreasi tetap jadi dasar untuk berkembang. Bukan perkara mudah dan hanya sekejap mata untuk membuat sesuatu yang baru. Butuh proses panjang dan akurat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Salah satunya adalah tentang pakem penilaian dikelas burung lovebird yang baru baru ini diluncurkan oleh BnR. Dan hal ini juga perlu untuk disebar luaskan ke setiap jajaran cabang cabang BnR di seluruh Indonesia, agar supaya BnR tetap mampu memberikan yang terbaik bagi seluruh kicau mania nusantara.

Budi Robot ketua BnR Jatim
Budi Robot ketua BnR Jatim

BnR Jawa Timur yang pada kesempatan kali ini mensosialisasikan tentang pakem baru penilaian burung lovebird. Bertempat di lokasi gantangan baru BnR Taman Tanjung Puri Sidoarjo. Pak Budi Robot selaku ketua BnR Jatim mengundang seluruh jajaran pengurus BnR cabang dan JBI Jawa timur, untuk berkumpul Tujuannya tak lain hanya untuk menyatukan fisi dan meratakan pengetahuan dan pemahaman tentang penilaian lovebird ini. Selain menghadirkan Andika selaku penasehat hukum BnR, Budi Robot juga mengahadirkan H. Dodot dan Iwan selaku BnR pusat yang juga sebagai pembicara di pertemuan kali ini.

Penjelasan penilaian lovebird dengan kartu poin
Penjelasan penilaian lovebird dengan kartu poin

Iwan menjelaskan cara cara menilai dikelas burung lovebird yang baru ini untuk dapat diaplikasikan disetiap lomba burung latber, latpres bahkan event nasional. Pada intinya sama dengan penilaian yang sudah pernah ada, namun yang membedakan disini adalah setiap poin yang dihasilkan kekekan burung lovebird berwujud sebuah kartu yang berwarna dan bernilai poin yang berbeda pula disetiap warnanya.

Kartu Lovebird dewasa :
Kuning : durasi 5 – 10 detik nilai 10
Biru : durasi 10 – 20 detik nilai 25
Merah : durasi 30 detik nilai 100
Merah Kuning : durasi 1 menit volume tipis nilai 200
Merah Biru : durasi 1 menit volume keras nilai 300

Kartu Lovebird Paud :
Kuning : durasi 3 – 5 detik nilai 5
Biru : durasi 5 – 10 detik nilai 25
Merah : durasi 10 – 20 detik nilai 100
Merah Kuning : durasi 30 detik up nilai 150

Namun untuk sistem penilaian ini tidak hanya sekedar berhitung atau menjumlah angka saja. Akan tetapi BnR tetap memperhatikan kualitas burung lovebird tersebut, yakni dengan mendapatkan kartu kuning merah untuk burung yang ngekek diatas 1 menit dengan volume tipis, kartu merah biru untuk burung ngekek diatas 1 menit dengan volume kasar.
Untuk lovebird yang ngebebek atau OB (over birahi), serta ngekek jeruji tetep layak koncer. Syaratnya lovebird saat ngebebek atau ngekek jeruji tetap tidak dinilai atau tidak akan mendapatkan poin. Seperti yang disampaikan H. Dodot “yang penting setiap burung yang ngekek nagen atau ngekek di pangkringan yang dapet poin, kecuali kelas free style”.

penjelasan cara rekapitulasi point penilaian lovebird
penjelasan cara rekapitulasi point penilaian lovebird

Untuk sistem penilaian yang baru ini, para juri saat menyebutkan nomer gantangan sudah tidak boleh lagi berteriak keras, namun hanya dengan suara nada rendah di bloknya masing masing. Dalam hal ini tujuannya adalah, selain agar supaya peserta tidak latah untuk ikut berteriak, cara ini tidak akan mengganggu konsentrasi burung saat akan atau sedang ngekek. Dan seperti biasa, setiap juri tetap harus melakukan rolling posisi. Selanjutnya penilaian di blok tersebut akan diserahkan kepada juri berikutnya yang menggantikan (estafet). Sehingga Tanggung jawab juri tetap di blok masing masing, termasuk merekap jumlah poin yang dikumpulkan setiap nomer gantangan di bloknya. Diakhir penilaian, jika ditemukan jumlah poin yang sama, maka seperti cara sebelumnya, yang menentukan menjadi pemenang adalah nomer gantangan terkecil (tos nomer gantangan).

Suasana Sarasehan BnR dan JBI Jatim
Suasana Sarasehan BnR dan JBI Jatim
Pengurus BnR Pusat dan para pengurus BnR cabang
Pengurus BnR Pusat dan para pengurus BnR cabang

H. Dodot juga menghimbau kepada seluruh pengurus dan JBi (Juri BnR Indonesia) untuk tidak melanggar aturan yang sudah ada, tidak hanya juri yang kena skorsing, IP dan Korlap pun juga sama, ” jadi jangan hanya mencari kesalahan juri saja, kita yang memimpin mereka juga harus tau ksalahan sendiri juga” imbuhnya. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta sarasehan, bahwasanya selama kita berada di BnR, ada lima hal yang menjadi pondasi kita saat bertugas di BnR, yaitu “Jujur, belajar, teliti, disiplin, dan rendah hati” tutur H. Dodot. *Den!