30 Jeti Untuk Mahar Dewi Clarita

| Dibaca 9,084 kali

Panji Laras SF Surabaya Boyong Ring WAI Bandung

Arief WAI
Arief WAI

Mediabnr - Demi menunjang skuadnya bertarung di lomba Piala Raja, Mr. Nurcahyono sang komandan Panji Laras SF dari Surabaya, langsung meminang anakan trah jawara lovebird jebolan ring WAI Bandung. Mr. Nurcahyono rela merogoh kocek senilai 30 jeti untuk memboyong, Dewi Clarita, yang baru menginjak usia 3 ½ bulan terbang ke Surabaya. Meski berusia belia, Dewi Clarita, sudah merebut 7 trophy jawara di tingkat regional. “Buat menambah amunisi Panji Laras SF menuju Piala Raja,Dewi Clarita, sudah kami pantau sebulan terakhir ini. Performanya terus meningkat serta materinya sangat mumpuni,” ujar Mr. Nurcahyono.

Dewi Clarita Ring WAI Emas 99
Dewi Clarita Ring WAI Emas 99

Arief WAI sang pencetak lovebird jawara kota kembang, memang diakui selalu melahirkan generasi emas dari hasil ternakannya. Terbukti beberapa trah WAI selalu moncer di tingkat nasional. Salah satunya yang menanjak, Dewi Clarita Ring WAI ring emas 99, pada lomba Road To Bandung Lautan Api di BnR Leuweungtiis Bandung (3/9), rebut juara satu dengan torehan poin yang jauh meninggalkan lawan-lawannya. Tak segan lagi, Mr. Nurcahyono pun langsung meminangnya. “Dewi Clarita mempunyai durasi panjang serta volume kencang, torehan tujuh kemenangan di tingkat regional, membuktikan akan kualitasnya memang baik,” ucap Arief WAI yang beralamat di Jl Mendut Raya No. 92, Komplek Pharmindo Cijerah, Bandung.

Nurcahyono Panji Laras SF Surabaya
Nurcahyono Panji Laras SF Surabaya

Untuk mencetakan anakan kualitas, Arief WAI sudah banyak makan asam garam. Mulai dari perkawinan trah, pemasteran dan melatih jam terbang, tentunya perlu kerja keras dan semangat yang tinggi. Semuanya telah dilewati lewat pengorbanan yang tak sedikit. Hasil yang dicapai hari ini, berkat pengalamannya mendaki gunung yang sama, tetapi jatuh ke lubang yang berbeda. Dalam artian fokus dibidang ternak, dibarengi pengalaman serta kegagalan yang berbeda. Menuruni gunung memang lebih mudah daripada mendaki, tetapi keindahan bukan terlihat di bawah, melainkan saat berada di puncaknya. (Ricky)