Pemecah Mitos Berternak Murai & Kacer Jawara di Tempat Bising

| Dibaca 415 kali
H. Andi, Joko Billion & Kelik Jenggot - Didepan Kandang Pemasteran
H. Andi, Joko Billion & Kelik Jenggot – Didepan Kandang Pemasteran

Siapa bilang susah beternak Murai & Kacer…?

Adalah H. Andi, Joko Billion & Kelik Jenggot, mereka bertiga bisa memecahkan mitos atau opini yang selama ini ada pada benak para breeder Murai Batu dan Kacer.
Selain sukses beternak kenari trah jawara yang tergabung di PARIKESIT BC Klaten. Ketiganya sudah memiliki beberapa petak kandang ternak yang bisa dibilang tidak layak alias extreem dari polusi suara dan kebisingan.

Semua pasangan Kacer & Murai di kandang penangkaran lancar produksi, meski kandang kandang tersebut berada di dalam lokasi pabrik Paving Blok “Sumber Agung” di Jl. Kaliworo Km.2 Joton Jogonalan, Klaten. Dimana kondisi lokasi kandang sangat bising karena kegaduhan bunyi mesin pencetak Paving Block dan Batako, lalu lalang pekerja, dan truk truk pengangkut material lewat di depan kandang.

Anakan Kacer Ring Kelik Jenggot Umur 2 Minggu
Anakan Kacer Ring Kelik Jenggot Umur 2 Minggu
Anakan Murai Masih di Asuh Induknya
Anakan Murai Masih di Asuh Induknya

Team Redaksi BnR menyambangi ke lokasi kandang dan mencoba menyibak rahasia keberhasilan mereka bertiga. Teryata tidak susah, menurut mereka yang sudah puluhan tahun menggeluti hobby di burung meski baru beberapa tahun memulai penangkaran.

Yang perlu diperhatikan sebagai kunci adalah pengondisian adaptasi calon induk dengan lingkungan sebelum di jodoh kan alias masuk kandang.
Langkah langkahnya yaitu induk jantan yang sudah teruji di lapangan lomba di carikan pasangan induk betina yang berkualitas, cukup umur, jinak, sehat dan tidak cacat. Keduanya sebelum dimasukkan ke dalam kandang penangkaran di kenalkan dengan lingkungan luar kandang yang gaduh dan bising. Hingga calon indukan terlihat tenang dengan lingkungan sekitar.

Anakan Murai Batu Ring Kelik Jenggot Siap di Pasarkan
Anakan Murai Batu Ring Kelik Jenggot Siap di Pasarkan
Indukan Murai Batu
Indukan Murai Batu

Setelah terlihat nyaman calon indukan tersebut dijodohkan ke dalam kandang penangkaran selama 1-2 minggu sampai benar-benar terlihat jodoh dengan ciri tidur berhimpitan, kemudian baru dilepas bersama. Setelah beradaptasi dengan kandang penangkaran, calon indukan mulai mencari ranting yang telah disediakan sang pemilik untuk persiapan bertelur. Setelah proses pengeraman selama 14 hari, Di hari ke-16 indukan mulai membuang cangkang telur pertanda anakan sudah menetas. Di hari ke-9 setelah menetas siap di ambil dan di masukkan kedalam incubator dan di loloh oleh sang perawat serta di pasangi ring.

Situasi di Depan Kandang Penangkaran
Situasi di Depan Kandang Penangkaran

Disini semua orang diperbolehkan meloloh dengan asupan makanan yang sudah disiapkan yaitu adonan voor yang berkualitas dicampur kroto serta jangkrik yang belum tumbuh bulu. Setelah umur 1.5 bulan anakan sudah bisa makan sendiri di pindah sangkar petak pembesaran dan di damping burung pemasteran hingga dewasa.
Karena semua materi kandang sudah teruji di lapangan, sehingga tidak susah dalam hal penyebaran produk kandangnya. Kolega kolega Joko Billion dan Kelik jenggot yang sudah terjalin lama tidak susah untuk inden maupun mengirim burung keluar pulau Jawa baik jalur darat maupun udara. (TOBIL)