Melodi SM Dan Pokemon CM Lanjutkan Trend Juara, Embargo MJT Underdog

| Dibaca 625 kali

Nasional PMTI Lapak Situ Ciekek Majalaya Terhenti di Babak Semi Final

Fedro kembali ke performa terbaiknya.
Fedro kembali ke performa terbaiknya.

MediaBnR,- Lomba nasional PMTI 2017 terakhir Jawa Barat  di lapak Situ Ciekek, Majalaya (19/11) harus tehenti di babak semi final karena cuaca yang tidak mendukung. Hujan yang mengguyur kota Majalaya sejak Sabtu (18/11) menyebabkan lomba tidak selesai. Meski demikian, panitia sudah berusaha maksimal untuk menyelesaikan lomba.

Tiga burung yang sudah malang melintang mendominasi empat besar. Melodi SM, Pedro MTR dan Pokemon CM. Sementara itu, Embargo MJT merupakan satu-satunya player underdog asal Majalaya yang tembus di empat besar.

Melodi lanjutkan tren positif.
Melodi lanjutkan tren positif.

Empat burung finalis : perbutan juara 1 dan 2, Fedro vs Melodi, serta juara 3 dan 4, Pokemon vs Embargo harus menunggu lama untuk tebang. Sayangnya hingga pukul 16.30 WIB kondisi cuaca tidak layak untuk diterbangkan. Para pemilik burung akhirnya sepakt untuk membagi hadiah dan poin. Fedro an melodi masing-masing mendapatkan 140 poin. Sementara Pokemon dan Embargo masing-masing 90m poin.

Melodi mili Rudi Sampoerna Magnet (SM) melanjutkan trend positif di lomba nasional. Sebelumnya penguasa Klasemen Liga Vitarest Badut ini tembus tiga besar di lomba nasioal PSL. Kini, bertempur kembali  dengan rival cadas ditengah dominasi Mutiara team, Melodi mampu menunjukan eksistensinya sebagai player jempolan. Ia menjadi salah satu finalis juara 1 dan 2.

Mutiara Hitam tetap stabil dijalur juara tumbangkan lawan cadas.
Mutiara Hitam tetap stabil dijalur juara tumbangkan lawan cadas.

Fedro Mutiara, satu-satunya burung Mutiara yang tembus ke final. Di babak sebelumnya Mutiara mendominasi jalannya lomba. Kurang lebih enam burung Mutiara masih tersisa. Hanya Fedro yang menunjukan kembali performa apiknya setelah sekian lama kurang optimal. Usaia ditake over dari Bogor, baru kali ini Fedro memperlihatkan tajinya sebagai burung berkelas denga gaya ninggalnya. Sayangnya,  parti final tyidak digelar sehingga Fedro harus puas berbagi dengan Melodi.

Pokemon langsung melejit ke papan atas klasemen.
Pokemon langsung melejit ke papan atas klasemen.

Satu-satunya burung yang nongkrong di sepuluh besar klasemen sementara liga PMTI adalah Pokemon. Burung ini juga melanjutkan tren juara sebelumnya di PSL Pokemon tembus empat besar. Dengan tembusnya di lomba ini tambahan 90 poin di raih Pokemon. Poisinya langsung melejit ke lima besar klasemen sementara Liga PMTI 2017.

Embargo MJT satu-satunya Player majalaya yang tembus empat besar.
Embargo MJT satu-satunya Player majalaya yang tembus empat besar.

Sementara it, Embargo MJT merupakan satu-satunya burung asal Majalaya yang mampu bertahan hingga empat besar. Menembuskan juara hingga ke semi final bukan perkara mudah. Meskipun partai final tidak di gelar, tentunya MJT Majalaya kini memiliki amunisi yang mampu bersaing dengan lawan-lawan cadas. Ia mampu menumbangkan rivalnya setiap babak hingga finis di perebutan juara 3 dan 4.

Empat besar juara nasional PMTIlapak situ Ciekek Majalaya.
Empat besar juara nasional PMTIlapak situ Ciekek Majalaya.

Selain Embargo, burung asal Majalaya yang tembus sepuluh besar dalah Mutiara Hitam. Burung Jablay milik Yogy Dinar ini stabil di jalur juara. Bukan hanya di lomba local Vitarest bansel, namun di lomba nasionalpun yang notabene merupakan burung-burung berkelas, Mutiara Hitam mampu bertahan hingga 10 besar. Mutiara Hitam mendapatkan poin di nasional, dan posisinya di klasemen sementara liga Vitarest Bansel merangkak naik.

Lomba nasional PMTI tinggal menyisakan lomba ananiversary di lapak keradenan Purwokerto awal Desember mendatang. Total hadiah 130 juta siap memanjakan peserta yang dating. Karenanya, bagi mania yang memiliki burung joss dan siap tempur. Ayao bergabung di lomba akbar dalam rangka memperingati hari jadi Persataun penggemar Merpati Tinggi (PMTI) yang keempat. (sae Milan)

Baca Juga : Daftar Juara Nasional PMTI Lapak Ciekek – Majalaya (18/11/2017)