Kalau Bukan BnR BSC Siapa Lagi Yang Akan Perduli

| Dibaca 20,854 kali

BnR BSC Cikarang

Suasana Dikelas Pleci
Suasana Dikelas Pleci

Cikarang (29/01/2018) – Judul diatas mempunyai arti yang sangat dalam dan luas, tergantung dari sudut mana cara pandang kita menilainya. Berbagai macam konsep dan inovasi selalu menjadi hal yang sangat utama. Keberadaannya kini ditengah-tengah dunia kicauan menjadikan barometer untuk tempat berkumpulnya para kicaumania yang memiliki burung kualitas khususnya didaerah Cikarang dan sekitarnya. Semua yang dilakukan selama ini merupakan bentuk kepedulian dari BSC terhadap kicaumania.

Rizal Owner BSC
Rizal Owner BSC

Seperti halnya pada gelaran beberapa hari yang lalu, tanpa pikir panjang dengan apapun itu resiko untung ruginya untuk mengadakan perhelatan khusus selama 1 hari penuh, namun tanpa kita sadari bahwa BSC telah berhasil mempersatukan para Pleci Mania yang jangkauannya mulai dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa dan harus kita apresiasikan meskipun terkadang masih saja ada yang melihat hanya dengan sebelah mata saja. Bicara EO yang mengadakan kegiatan sekelas latpres saja pialanya sudah sangat mewah yang diberikan oleh BSC, semuanya dilakukan oleh BSC karena niat sungguh-sungguh dan menghargai para pesertanya. Tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh pihak BSC berapa biaya yang diperlukan untuk mengadakan kegiatan lomba karena tidak sedikit juga EO yang bisa bertahan didunia kicauan yang akhirnya harus gulung tikar.

Selalu ada Piala Eksklusif
Selalu ada Piala Eksklusif

Untuk itu kedepannya ada beberapa system yang akan dijalani atau diterapkan dilapangan oleh BnR BSC, meningkatkan kedisiplinan, ketertiban dan tidak ada teriakan sedikitpun dilapangan. Menikmati kicauan burung jauh lebih nikmat tanpa harus teriak-teriak. Jadi apabila para peserta tidak siap dengan aturan mainnya ya jangan pernah coba-coba main ditempat ini. Dengan sangat tegas di utarakan oleh Rizal selaku owner BSC bahwa jangan pernah sekali-kali menginterfensi lapangan ini, dan berlaku untuk siapapun itu. Tidak ada istilah burung teman, saudara atau Boss sekalipun. Karena apa? karena semua peserta membeli tiket yang sama dan mempunyai hak yang sama untuk dipantau amunisinya. Jadi jangan sampai ada istilah di goreng lah, tidak dipantau lah atau juga hal-hal lain yang ujung-ujungnya berakhir dengan caci makian di media sosial. Oleh karena itu pada gelaran selanjutnya belajarlah untuk mendewasakan dan membiasakan diri bermain tertib, karena akan membantu juga memperkecil tingkat kesalahan dalam penilaian dan apabila ada ketidak puasan maka pihak juri yang bertugas akan menjelaskan secara data. (RD)