Penangkaan love bird bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Harga love bird yang akhir-akhir ini membumbung tinggi menjadi salah satu faktor penyebab daya tari tersendiri bagi  dalam mengembangkan usaha kecil penangkaran love bird.

Begitupun yang  dialami  Hadi, klicaumania  dari Bandung   yang tadinya tidak begitu antusias di penangkaran dan hanya sebatas hobi burung saja. Melihat perkembangan love bird yag begitu melonjak harganya, bahkan anakannyapun bisa mencapai jutaan, membuat Hadi terinspirasi untuk membuat penangkaran.

Sejak awal tahun 2011, mulailah Hadi membuka usaha penangkaran love bird merintis dari nol. Awalnya dilakukan dengan sistem perpasang untuk love bird. Metode yang dilakukan Hadi dengan satu pasang cukup berhasil. Akan tetapi kendala yang dihadapinya dengan memakai sistem satu pasang adalah  harus lebih telaten dalam perawatannya. Kendala inilah yang dihadapi Hadi. Terlebih kesibukannya sebagai PNS dibagian Geologi menjadikan sulit untuk dikontrol.

Mulailah Hadi berpikir untuk merubahnya dari penangkaran dengan sistem perpasang menjadi sistem koloni.  Tempat yang dipakainya di dalam rumah dengan kandang sistem koloni yang dipakainya berukuran 2M X 2M X 2,5. Awalnya Hadi  hanya beberapa pasang saja yang dicobanya, dan ternyata cukup berhasil. Melihat perkembangan  yang cukup baik, mulailah penambahan love bird. Saat ini sudah 12 pasang indukan love bird produktif yang dikembangkannya.

Menurut Hadi  kemunculan BnR, salah satunya produk-produk pakan burungnya dirasakan cukup membantu. Terlebih pakan love bird yang ternyata sangat cocok untuk pengkaran love birdnya. Selain kangkung,jagung sebagai makan utamanya, pakan BnR sangat cocok untuk love bird.  “Pakan love bird dari BnR ternyata mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi, serta lebih meningkatkan produktifitas di love bird”’ terang Hadi.

Baca Juga  Melati: Lovebird Durasi 3 Menit 13 Detik

Tak heran rata-rata dalam 2 bulan sekali, indukannya bisa menghasilkan anakan rata-rata 3 ekor dan kini sudah cukup banyak anakan yang dihasilkan.

Dalam masalah harga Hadi tidak berpatokan tinggi dan harga standar untuk dipasaran. Hadi tidak menaruh harga mahal dalam penjualannya,yang paling dipentingkan adalah penjualan lancar. Rata-rata anakan dibandrol dengan harga 500 ribu saja untuk seekor anakan dibawah satu bulan umurnya.  Permintaan akan love bird dari ternakan Yasmin BF cukup banyak, jadi tidak bisa melayaninya satu persatu, kebanyakan inden menunggu.

Untuk pemasarannya tak terlalu sulit, sudah ada penampung love bird yang ada di sekitar Bandung. Selain itu banyak yang datang ketempat penangkaran yang terletak di komplek Griya Winaya  blok F1 di kawasan Ujung Berung Bandung.

Ternyata usaha sampingan walaupun dalam skala masih kecil dengan penangkaran love bird dengan sistem koloni  dengan memakai ring Yasmin BF, ternayta cukup membantu perekonomiannya di rumah.

(ys)