Kapal Berlayar (Ilustrasi)

Kapal Berlayar (Ilustrasi)

MediaBnR – BnR layaknya seperti kapal layar yang terus bergerak dihembus angin untuk mencapai pelabuhan yang dituju. Gelombang badai hujan panas kapal BnR terus melaju dan melaju. Kapal BnR membawa penumpang Kicaumania yang harus diselamatkan dan sampai ditujuan. Kapal BnR yang dinakhodai oleh BnR satoe seorang Nakhoda yang sudah berpengalaman. Sudah berlayar sampai ke Kutub Utara dari berangkat dan pergi sampai sekarang ini. Pemisahan antara OBI dan JBI menuai sukses di Gelaran Soeharto cup III dikota Djogja. Ini bukti ketangguhan seorang Nakhoda BnR membawa kapalnya dan selalu konsisten pada tujuannya. Loyalitas terhadap Kicaumania berjuang untuk Kicaumania dan selalu membela Kicaumania. Beberapa perubahan sistem JBI seperti sistem Zona dalam penilaian burung. Sang Nakhoda kembali menciptakan BnR 36 lomba dengan hanya 36 gantangan saja. BnR 36 pasti ada pro dan kontra dengan lomba BnR 36 mengapa?

Bang Boy BnR

Bang Boy BnR

“Yang pro jelas yang murni peserta karena puas melihat dengan pandang dekat. Kalau yang kontra pasti pedagang burung karena terlihat dari dekat kinerja burungnya. Kemudian Juri yang dikondisikan tidak akan berani memberikan koncer kalau burung tersebut tidak layak”. kata sang Nakhoda BnR Bang Boy.

Sekarang yang menjadi pertanyaan Kicaumania apakah kedepan BnR akan menerapkan semua lombanya dengan BnR 36?

“Kepuasan Kicaumania adalah kebanggaan bagi BnR dan kepuasaan bagi BnR. Kalau peserta atau Kicaumania lebih sreg atau PD dengan BnR 36 mengapa tidak. Semua lomba BnR kedepan nanti semuanya menggunakan BnR 36”. kata Bang Boy.

Benar apa yang dikatakan Bang Boy dan memang tujuan lomba burung perlahan lahan diubah oleh Bang Boy. Lomba burung sekarang mengadu rawatan dan mengadu kinerja burung bukan sarana menjual burung. Yang merusak lomba burung karena menjual burung disaat lomba. Karena sekarang ini sudah sangat sulit membedakan antara peserta dan pedagang. Bos dan pedagang juga sekarang sudah beda tipis. Kapal BnR sekarang terus berlayar nenek moyangku seorang pelaut. (Red)

Baca Juga  OB Sukses Tidak Lupa Kacang Akan Kulitnya