Hendra (Sinyo Air Club) Ketua BnR Madiun Paling Kiri Bersama Pengurus BnR Madiun

Hendra (Sinyo Air Club) Ketua BnR Madiun Paling Kiri Bersama Pengurus BnR Madiun

MediaBnR.Com – Dengan terbentuknya kepengurusan BnR Madiun beberapa waktu yang lalu. Pada Senin malam 20 Pebruari 2017 pengurus BnR Madiun berkumpul di Angkringan Air Club Madiun. Dalam rembug-kumpul ini pengurus menelorkan beberapa kesepakatan diantaranya adalah membentuk kepanitiaan untuk gelar lomba. Lomba dengan tajuk Deklarasi BnR Air Club Madiun. Road To Bang Boy Cup 1, akan dilaksanakan Minggu tanggal 19 Maret 2017 di THR Madiun, dalam rangka deklerasi terbentuknya BnR Madiun. Lomba ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi BnR Madiun sekaligus ingin memanjakanan kicaumania pelomba burung dengan kemasan harga tiket yang terjangkau dengan hadiah cukup menarik.

Tiket Rp 100 ribu hadiah Rp 1,5 juta, tiket Rp 80 ribu hadian Rp 1 juta, tiket Rp 50 ribu hadiah Rp 750 ribu dan tiket Rp 20 ribu hadiah 350 ribu. Disamping itu ada bonus trophy untuk peraih juara 1 sampai 5 dan juara umum BC 300 ribu serta juara SF 200 ribu. Selain itu sebagai bentuk dukungan terhadap para penangkar, panitia akan menambah bonus 200 ribu setiap burung ring yang menjadi juara 1 dalam tiap kelas dan jenis burung yang dilombakan. Tak hanya itu, panitia akan membuka kelas khusus Murai Batu Ring. Peraih juara 1,2 dan 3 dikelas ini, akan mendapat tambahan bonus khusus dari panitia. Puluhan doorprize juga akan diberikan kepada para peserta lomba yang beruntung.

Namun dibalik itu semua, ada sedikit permasalahan kecil yang muncul kepermukaaan. Menurut Rudy Lawuni sang penasehat sekaligus mantan pewarta BnR ini menuturkan, bahwa kerikil kecil tersebut terpicu adanya berita santer bahwa salah satu EO latberan Madiun menggandeng BnR Ponorogo, akan ‘mendahului’ menggelar lomba di Madiun. Hal ini tentu berdampak kurang elok bagi BnR Madiun dan dimata kicaumania khususnya yang berada di Madiun Raya. Semestinya, masih menurut Rudy Lawuni, sebagai sesama kicaumania baik EO latberan Madiun maupun BnR Ponorogo, sebelumnya dapat ‘kulo nuwun’ kepada BnR Madiun kalau mau gelar BnR Ponorogo di Madiun. Etika sebagai orang timur seharusnya kita agungkan bersama. Malah  lebih elok lagi seandainya sama-sama sepakat gelar bareng dengan tajuk BnR apa yang sepektakuler bersama di Madiun.

Baca Juga  Akankah Bogor Menjadi Kota Konservasi Burung Dunia?

Memang sulit untuk diprediksi kemauan kicaumania, baik secara individu maupun secara kelembagaan atau organisasi. Jagat kicauan sebagai dunia hobi yang diperbudak rasa gengsi tinggi. Mengesampingkan toleransi, sama-sama merasa mampu, merasa paling….sehingga mengurangi makna dari hobi itu sendiri. Sampai kapan ? Wallahu A’lam.  (Sugeng)

 

Pengurus BnR Madiun

Penasehat    :  Rudy Lawuny

Ketua           :  Hendra (Sinyo Air Club)

Wakil           :  Wage (99 PS)

Sekretaris     :  Sony Roy

Bendahara    :  Adhy Dental

Penangkaran  : Endik “Stoner”

Sie Lomba     : Catur

Humas           : Catur


STOP PRESS

Stop Press Deklerasi BnR Air Club Madiun