Miliki Pabrik Penghasil Burung Berkelas

Alcatras, adik jaya Baya siap terbang tinggi.

Alcatras, adik jaya Baya siap terbang tinggi.

MediaBnR,- Sangat sulit untuk melahirkan burung-burung jempolan kualitas lomba. Namun tidak bagi Kushitani Team Ciparay. Team yang dimiliki Advokat muda Ikhsan Noor Zaman ini telah banyak melahirkan burung-burung jempolan kelas nasional. Sebut saja Manny Pacquiao, yang saat ini berada di team Embatama Bandung, tahun lalu tembus menjadi salah satu ari 10 burung terbaik PMTI 2016. Manny Pacquiao telah menjelma menjadi burung kelas yang terus bersaing di tataran lomba-lomba nasional.

Saat lomba Aniversary Liga Bansel 2017 di lapak Nunuk, Ciparay, salah satu burung hasil ternakannya Jayabaya menjadi jawara sejati. Burung ini pun langsung bikin geger mania andokan Bansel. Banyak team-team besar yang memburu burung ini. Namun, Embatama Team bergerak cepat. Seminggu kemuadian Jayabaya sudah berada di kandang Embatama, ditakover dengan harga yang sangat fantastis.

Pekan lalu, saat lomba nasional di Lapak Lebaksiu, Purwokerto dan lomba pembukaan liga Bansel di lapak Ciruluk Majalaya, dua burung hasil ternakan Kushitani kembali ngorbit. Namun sayangnya, lagi-lagi kedua burung tersebut sudah berada dikandang Embatama. Meski demikian, sebagai peternak Kushitani merasa bangga karena telah melahirkan burung-burung jempolan kualitas lomba.

 

Adalah Mac Giver dan Cris Jhon, kedua burung ini masing-masing menjadi juara 2 nasional lebaksiu (Mac Giver) dan Cris Jhon juara sejati pembukaan liga Bansel. “Empat burung yang berada di kandang Embatama saat ini adalah sedarah semua. Manny Pacquiao, Mac Giver dan Cris Jhon satu ibu beda bapak. Sementara Jaya Baya : Ibu adik Manny Pacquiao vs bapak Anak Bandit (Embatama). Keempatnya sudah menjadi juara semua. Telah memiliki derajat juara,” ujar peternak Kushitani, Ikhsan Nurzaman kepada MediaBnR.

Indukan Jayabaya Adik Manny Pacquiao vs Anak Bandit terus prosuksi anakan berkelas.

Indukan Jayabaya Adik Manny Pacquiao vs Anak Bandit terus prosuksi anakan berkelas.

 

 

Keberhasilannya menciptakan burung jempolan kualitas lomba karena berhasil mengcrosingkan darah balap dan tinggian. Karena, advokat muda ini awal mula main merpati berasal dari balap. Ia banyak mengambil darah-darah balap dari Dokar Baleendah. “Bapaknya Manny Pacquiao, MacGiver dan Cris Jhon adalah trah balap. Saya mengambil darah dari Om Dokar Baleendah. Alhamdulilah ketika di crosingkan dengan ibu darah tinggian anak-anaknya lahir memiliki talenta juara,” bebernya.

 

Meskipun burung-burung jempolannya hasil ternakannya sudah milik Team Embatama Bandung, namun Kushitani kini sedang mempersiapkan sedikitnya lima burung (baru pada beres) terutama adik Jaya Baya, Alcatras (satu ibu satu bapak).

 

“Adik Jaya Baya baru dilatih beberapa giringan. Kualitasnya tidak jauh berbeda dengan Kakanya, Jaya baya. Alcatras lebih mirip dengan kakeknya (Bandit). Ya, mudah-mudahan bisa kembali juara seperti kakanya (Jaya baya) dan kakekya  (Bandit),” ujar Ikhsan.

 

Sebagai peternak, Ikhsan merasa bangga bisa menciptakan anakan burung juara. Ia masih merasa tenang, karena indukan trah Manny Pacquiao, Mac Giver, Cris Jhon dan Jaya Baya masih ada di kandang Kushitani Ciparay. Hilang satu tumbuh seribu. Mungkin itulah kata yang tepat karena Kushitani masih memiliki pabrik penghasil burung jempolan. Bagi mania andhokan yang penasaran ingin memiliki burung bertalenta juara hasil ternakan Kushitani, tinggal datang saja ke kandang Kushitani team di bilangan Ciparay Kabupaten Bandung. Jangan sampai kehabisan. Mungpung stok masih ada. (sae milan)