BnR Garut Peduli

Insan Muda BnR Garut

Mediabnr – Bukan pencapaiannya yang patut di apresiasi, melainkan hal sederhana yang mereka lakukan, layak dihargai.Menyisakan waktu, tenaga dan biaya, bukan perkara mudah. Bakti sosial yang dilakukan BnR Garut, sangatlah responsif, cepat, praktis, akurat dan tepat sasaran. Di tengah hingar bingarnya dunia perburungan, serta menjadi bagian dari event organizer penyelenggara. Para insan-insan muda yang tergabung dengan BnR Garut ini, berhasil menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Patut dipuji salah satu program BnR Garut, dalam setiap bulannya memberikan bakti sosial kepada kalangan termarginalkan seperti warga miskin, anak yatim dan kalangan lanjut usia.

Mr. AB dkk Kompak dan Tangguh

Hari ini, Jumat 23 Maret 2018, berkesempatan mengikuti tamasya sosial yang diprakarsai BnR Garut. Wisata dengan agenda bakti sosial, pada dasarnya adalah bagaimana pergerakan manusia ke dan dari suatu tempat untuk menikmati suatu atraksi atau pemandangan, yang indah serta membuat orang tersebut senang. Tetapi hari ini cerita wisatanya berbeda, rasa haru dan senang bercampur gembira, menjadi pemandangan yang berkesan penuh makna. Ada sebaris kata-kata dari Aisyah, salah seorang anak yatim dari Desa Wanamekar, “Saya tidak mengenal mereka, tetapi saya akan mengingat dan mendoakan mereka!”

Denz TheKill Ketua BnR Garut

Kawula muda BnR Garut yang digawangi Deni Murdani alias Denz TheKill, Wa Iwan, Mr. AB, Bang Dani, Adoy, Angga, Bangkit dan Dicky, membuat kegiatan positif dengan memberikan santunan kepada 300 anak yatim dan 200 dhuafa.Bertempat di Kampung Bebedahan, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Garut.Mereka mampu menata kehidupan bersosial, sekaligus memberikan ruang baru, bahwa ada yang berarti pada diri dan lingkungan. Aura positif yang digulirkan telah digelar, dan akan diimplementasikan dalam program bulanan, untuk kemudian bermuara pada kesejahteraan dan peningkatan spiritualitas lainnya.

Bakti sosial yang BnR Garut canangkan, sangat sederhana dan berfaedah, Deni Murdani sang ketua BnR Garut, telah mengembalikan warna lokal, sebagai bagian dari kehidupan yang mengalir begitu rupa.Dengan kata lain, nilai-nilai kemanusian dan keberagaman masih tetap terpelihara di sana.Ada alur cerita, tetapi mereka tak mengharapkan hanyut terbuai oleh alur cerita. Yang ada hanya hentakan irama untuk berpikir. Hidup mau tak mau harus berlangsung, dan dirayakan, dari situ. Tapi disini menemukan hal yang berbeda untuk sesuatu yang lebih bersahaja, bersemangat dan sederhana.

Tawa tulus yang lahir dari hati, menjadi kebun kegembiraan 300 anak yatim ini. Kehangatan, yang menjadi pupuk penumbuh kebersama an tanpa perlu merasa berbeda dan membedakan teman tukar tawa. Sungguh, keragaman menjadi sebuah harmoni yang sejatinya telah tumbuh di daerah bertitel kota Intan. Dunia memang akan menjadi sesuatu yang indah, manakala kita bisa melihat semuanya secara lengkap, mengesankan dan tidak klise.(ricky_dim)