KLI-Mojokerto Selalu Berkiprah

Juara Beauty Contest

Mediabnr – Kepengurusan KLI-Mojokerto masih menunggu waktu. Tertundanya ini dikarenakan masing-masing individu anggotanya disibukkan dalam menjalani rutinitas kerja sehari-hari. Namun dalam mengupayakan jati dirinya agar tetap eksis, motor penggerak yang dipelopori Agus Puji bersama Afif DS, Eko Pram, Ade F Husni, Deddy Adianto, Rio Achie, masih selalu aktif mengikuti kegiatan yang diagendakan KLI se Indonesia. Selain itu gelaran beauty contest pun telah dirilis beberapa kali. Dan terakhir kali bersamaan dengan gelaran Kenari Mojokerto KM Cup II-BnR Mojokerto,Minggu (18/2/2018) yang lalu. Rencananya KLI-Mojokerto bakal menggelar kembali Beauty Contest bersamaan dengan event Walikota Mojokerto Cup III tanggal 1 Juli 2018 di Gelora Akhmad Yani Mojokerto. Dengan tujuan agar beauty contest ini dapat mengimbangi gelaran love bird yang trennya dari waktu ke waktu semakin meriah dan dapat diterima oleh semua komunitas love bird itu sendiri.

Standar Penilaian Kecantikan Love Bird

Juara Beauty Contest

Menurut Agus Puji selaku motor penggerak KLI-Mojokerto gelaran kali ini sama dengan yang sebelumnya. Selain untuk eksibisi juga untuk edukasi pengenalan penilaian apa saja yang masuk criteria beauty contest bagi pemula. Penilaian dititik-beratkan pada proporsional love bird itu sendiri. Dengan 9 kategori penilaian yang sudah dirumuskan KLI. 1. Bagian Kepala. Bagian kepala harus berbentuk bulat seperti coin, dengan bagian jidat/kening agak menonjol/ agak jenong. Selain itu, kedua mata burung juga terlihat bersih. Paruh tidak cacat atau tanpa baret (goresan). 2. Bagian Dada. Bagian dada harus bidang. Jika dilihat dari samping terlihat meruncing hingga ke bagian ekornya. Bagian dada harus mencerminkan species love bird yang bersangkutan. Misalnya, pada jenis fischeri, warna merah pada bagian dada harus merata hingga bagian perut. Dapat buka link lighshot http://prntscr.com/6vbcq3, untuk lebih jelasnya. 3. Warna harus tegas pada setiap bagiannya, sehingga seperti membentuk blok atau klaster tersendiri. Untuk lebih jelasnya dapat buka link lighshot http://prntscr.com/6vbht9. 4 . Bagian punggung bawah. Jika  dilihat dari depan atau belakang, bagian punggung hingga ekor memebentuk garis lurus. Sedangkan bagian ekor membentuk huruf V. Hal  lain yang dinilai adalah bagian kloaka yang harus bersih. Untuk lebih jelasnya dapat buka link http://prntscr.com/6vbinb. 5. Bagian Sayap. Sayap burung harus rapat ke badan dan tidak turun. Bulu-bulu harus dalam keadaan lengkap. Untuk lebih jelas dapat buka link lighshot http://prntscr.com/6vbk6j. 6. Bentuk keseluruhan (harmonisasi). Penilaian ini lebih ditekankan pada keharmonisan bentuk badan love bird secara keseluruhan. Juri juga akan memeriksa apakah ada kecacatan pada tubuh burung. Misalnya, kuku hilang, paruh rompal/gompal/retak, bulu-bulu kurang lengkap dan sebagainya. 7. Kondisi. Yang dimaksud kondisi disini adalah tingkat kesehatan burung. Apakah burung terlihat lesu, kurus, kotor dan sebagainya. 8. Ukuran. Ukuran yang baik adalah besar. Jika kita membandingkan dua species love bird yang sama dengan ukuran tubuh yang berbeda, maka yang bertubuh lebih besar akan memperoleh nilai plus. 9. Tingkah laku. Burung harus terlihat tenang dan tidak takut dengan juri. Jika burung memiliki “kelebihan” tersendiri, misalnya kecerdasan dalam berinteraksi, maka ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri.   *Sugeng

Brosur Beauty Contest

Baca Juga  Juara Beauty Contest Walikota CUP I Mojokerto (31/7/2016)