Suasana sesi lovebird dengan sistem penilaian baru

Sistem penilaian dan kinerja Juri BnR Indonesia tidak terasa sudah hampir 11 tahun mengisi dunia burung. Perbaikan dalam sistem penilaian serta inovasi terbaru dijalankan oleh BnR Indonesia. Salah satu kegiatan Diklat BnR Indonesia sekarang dengan visual setiap jenis burung berdasarkan pakem BnR.

Khusus Love Bird BnR Indonesia tidak melakukan berapa detik bunyi tapi “Pengoloman detik” disini letak perbedaan BnR dengan EO lain. Sistem BnR ataupun pakem BnR ini sudah berjalan hampir 11 tahun dan terbukti sistem dan Juri BnR sekarang dicintai dan dipercaya oleh kicaumania.

bang boy

“Kalau urusan Inovasi Bang Boy jagonya beliau selalu melakukan pembaharuan dan menyesuaikan zaman. Kami pengurus tidak kuatir kalau Bang Boy melakukan perubahan dalam sistem karena kita tahu. Bang Boy cukup lama melakukan riset sebelum diberlakukan di BnR”. kata Ketua BnR Indonesia Kadafi.

M. Kadafi

Kemajuan zaman bukan buat uji coba yang baru dalam dunia burung ini sistem harus solid dulu. Kalau sistem BnR Indonesia sudah teruji dan sudah harga mati bagi Juri BnR Indonesia. “Sah sah saja melakukan hal yang baru tapi kalau sistem penilaian aku kurang sependapat. Kalau inovasi pernah dilakukan oleh BnR dilampung gantangan pakai cctv. Jadi pemilik burung ataupun peserta tidak bisa ikut bisa nonton live seluruh Indonesia. Selebih itu aku nggak rekom untuk ke akuratannya tapi sah sah saja orang mau mencoba. Tapi kalau untuk dilaksanakan di BnR Indonesia tidak bisa “. kata Bang Boy sang Inovator dunia perburungan menjelaskan.

Benar sekali wajah dunia burung ini berubah setiap inovasi dari orang nomor satu di BnR melakukan inovasi. Pernah dikutip oleh awak media pembicaraan BnR satoe “Manual aja Juri masih banyak salah”.

Baca Juga  BnR Adakan Pendidikan IP dan Korlap