forum kicau mania indonesia

Mediabnr – Gerakan tolak P.20 Th.2018 menjadi harga mati bagi para kicaumania seluruh Indonesia. Tidak terpikirkan oleh para pejabat LHK dampak dengan dikeluarkannya P.20 tahun 2018 ini terhadap dunia burung.

Kalau kita bicara jujur selama ini yang menyelamatkan burung dari kepunahan siapa? Apakah mereka bisa hidup dihabitatnya apakah karena aturan LKH mereka bisa berkembang biak?.

“Ya dari para kicaumania burung tersebut tidak punah. Sekarang bagaimana kita lihat burung belibis tidak ada yang nangkap apa sekarang ada¬† burung tersebut? Sudah susah untuk kita temui kalau Murai batu, Jalak Suren dan Anis kembang dimasukkan lampiran dilindungi. Jelas yang melakukan penelitian matanya buta dan dihutan mana mereka meneliti. Hutan kita saja sudah gundul tapi kok burung burung itu masih ada dan beranak pinak. Berarti yang bekerja selama ini menyelamatkan burung adalah komunitas burung berkicau bukan pihak LHK. Dalam satu tahun Murai batu itu kalau dalam habitatnya hanya bisa 1 kali mengerami anak nya atau bertelur. Tapi ditangan kicaumania 1 tahun bisa 7 atau 8 kali dan bisa lebih menetaskan anaknya. Jadi tidak salahkan melakukan gerakan tolak P.20 besok tanggal 14 Agustus titik perjuangan kicaumania membela hak nya. Karena itu aku usulkan tanggal 14 Agustus sebagai hari kicaumania Indonesia”. kata Bang Boy.