ADE SULISTIO

Mediabnr – Remaja bercelana pendek berkaca mata itu membawa beberapa sangkar burung. Anak muda itu, berada di tempat bersejarah Gedung Naskah Perjanjian Linggarjati, untuk berlomba adu kicauan. Pada tahun 1999 itu, umumnya anak muda berusia belasan tahun sedang mencari role mode. Tapi berbeda dengan yang ini, ia menggenggam empat ekor jenis burung (murai batu, branjangan, anis kembang, lovebird), melangkah mantap untuk mengisi hari minggunya. Ia lebih memilih bersama sang ayah Alm. Oping Sulistio, yang telah membawanya ke dunia perburungan. Anak muda itu bernama Ade Sulistio.

Itu 19 tahun yang lalu, kini 19 tahun kemudian di tempat yang sama, Ade Sulistio kembali hadir dengan hobi yang sama. Di tempat itu, Ade Sulistio menatap suatu proses metamorfosis yang indah dari seorang ayah yang memiliki empati dan memberikannya pelajaran tentang arti dunia hobi. Banyak pengalaman dan jam terbang yang tinggi, tak membuatnya menjadi pribadi yang sombong. Buah Jatuh Tak Jauh Dari Burung.

Berbagi ilmu dan pengalaman ia curahkan lewat buku berjudul ”Mencetak Lovebird Juara dan 75 Setingan Lovebird Juara” telah ditulisnya dan diedarkan di Gramedia seluruh Indonesia. Video tentang pembelajaran pun dibagikan di youtube. “Ya… Ilmu tak akan habis, justru semakin bermanfaat ketika dibagikan,” ucap Ade Sulistio.

Di lomba Piala Prabu 19 di Kuningan, kali ini Ade membawa lovebird bernama, Hope. Lovebird dengan gaya ngekek satu titik, jeda rapat dan ngekek aktif, mengundang decak kagum penonton. Kendati usianya masih belia, performanya memang diatas rata-rata. Setelah hattrick 3x jawara 1 di Presiden Cup V Jakarta, kali ini di Piala Prabu 19, Hope, meraih double winner alias 2x jawara 1.

Baca Juga  Lovebird REVA milik KKLB Raih Quatrick dan Menjadi Bintang Lapangan

Nostalgia yang indah, karena diiringi prestasi dari gacoan yang dibawanya. “Saat lomba di tempat ini, tahun 1999 alias19 tahun yang lalu saya masih kecil. 2018 saat sudah dewasa kembali ke tempat ini, sudah banyak renovasi dan semakin indah. Untuk nostalgia ini, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada H. Arya dan Kang Fajar selaku penyelenggara.” Tutupnya. Sukses terus buat Ade Sulistio dan KKLB. Semoga selalu bisa jadi inspirasi buat kicaumania nusantara. (Ricky)

Alm. Oping Sulistio

Ade Sulistio 1999