Bogor (15/12/2018) – Dilomba burung sekarang ini pemain jadi penjual sudah bukan rahasia umum lagi. Tapi kalau pemain menjadi penjual terus yang main siapa? Tindakan arogan dilomba burung selalu ujung-ujungnya ada satu transaksi dan ini nyata.

Silahkan amati dengan seksama kalau kita pelajari ingin menaikan pamor burungnya. Memaksa bagaimana burung itu bisa menang kalau bisa mengatur Jurinya tidak ada arogansi. Tapi kalau Juri tidak bisa diatur cara yang dilakukan dengan arogan agar telihat kesalahan ada di Juri. Apa pendapat BnR satoe melihat hal tersebut terjadi?

“Udah sering aku lihat hal itu paling aku tersenyum yang bodoh yang mau beli. Kalau memang burung bagus dan dahsyat kerja dari awal-tengah-akhir pasti menang. Amati langsung aja burung yang ditawarkan walaupun yang menawari mau arogan mau ngomong apa. Kalau kenyataan kita lihat nggak “ok” ngapain diambil. Banyak cara orang burung ini kalau dilapangan macem-macem aja pokoknya. Pakai rekaman yang ditampilkan yang sedang bagus kerjanya aja yang pas jeda nggak. Rekaman diedit pokoknya kalau ambisi dan transaksi jangan bilang silaturahmi…!! kata BnR Satoe.

Apa yang disampaikan oleh BnR Satoe memang sering kita lihat dilomba burung. Benar sekali apa yang disampaikan beliau kalau sudah ambisi dan transaksi nggak perlu bicara silahturahmi. (Red)

suasana lomba

Baca Juga  Orbitkan Murai Batu RJ, Donto Rajes Siapkan Amunisi di Road BnR Award Sentul