BnR Lumajang Cup 1

MediaBnR.com, Lumajang – Setelah sukses menggelar Launching BnR Lumajang setahun lalu. Kali ini kesuksesan sang pemimpin Arif (Ketua BnR Lumajang) terulang kembali di gelaran BnR Lumajang Cup 1 yang di gelar di lapangan Minak Koncar (Kutornon) Sukodono Lumajang, Minggu (06/01).

Gelarang yang menyajikan berbagai macam kelas burung tersebut sukses didatangi oleh para kicau mania dari penjuru Jawa Timur dan Bali hingga 900 an tiket ludes terjual.

Meski sempat gelaran tersebut dihampiri dengan bebebrapa kendala, baik dari rekanan yang mensuport bahkan hingga cuaca yang tak mendukung, namun tim panitia dan kicau mania tetap teguh menjalankan gelaran yang kedua kalinya ini hingga akhir gelaran dengan tanpa protes.

Hujan mengguyur arena lomba sejak kelas kedua dimainkan, lebih tepatnya pada sesi kelas burung lovebird Dewasa. Pada sesi tersebut memang menampilkan jagoan jagoan tangguh yang mengikuti. Bagaimana tidak, meski hujan menerjang begitu deras, burung burung lovebird tersebut masih tangguh untuk ngekek, seperti halnya lovebird Dewi Sri kepunyaan Abah Yusuf. Lovebird amunisi barunya tersebut sukses melewati gempuran cuaca maupun lawan lawan yang notabene terbilang sudah biasa malang melintang menyabet juara. Namun Dewi Sri yang memiliki kekekan berdurasi panjang tersebut masih sukses nangkring di podium pertama pada sesi awal kelas utama Lovebird BnR.

Tak hanya itu, bahkan di sesi berikutnya di kelas Lovebird Royal dan Lovebird Minak Koncer, Dewi Sri Sukses menyabet juara pertamanya. Meski demikian abah Yusuf sendiri mengaku masih kurang beruntung untuk event kali ini, sebab menurutnya Dewi Sri belum sempat menampilkan performa maksimalnya, hal ini disebabkan hujan yang bisa dibilang tak sempat untuk berhenti. “Iya penampilan Dewi Sri ini memang ga maksimal saya bilang. Karena kalo uda ujan, Dewi Sri jadi agak males untuk ngekek, jadi jedahnya untuk ngekek hampir jauh, cuma pas pertama aj td dia keliatan kerja maksimal, sisanya uda menurun, tapi kita tetap bersyukur, Dewi Sri masih bisa bawa 3 tropi” kata Abah Yusuf.

Sedangkan amunisi Murai Batunya yang berna Losta Masta juga sukses mengikuti jejak Dewi Sri. Di 3 kelas yang diikutinya, Losta Masta mampu mencetak hasil juara. Dua kali juara pertama, dan satu kali juara ke 2.

Hal serupa juga terjadi pada amunisi Cendet milik Edy Edogawa. Amunisinya yang sedang diincar oleh rekannya di kota Malang, akhirnya berhasil tampil istimewa saat sesi pertama. Kemenangannya dengan duduk di podium pertama itu sempat menaikkan semangat Edi untuk kembali menaikkan Raja Sembur lagi pada sesi kedua. Meski tak seberuntung sesi pertama, namun Edi Edogawa cukup puas dengan hasil yang di raih Raja Sembur. Sebab penampilannya yang kedua yang bertepatan dengan hujan yang kembali mengguyur arena, membuat Raja Sembur tak tampil maksimal kala itu.

Baca Juga  Kacer Gusti Prabu Menggoyang Lapangan Lomba Dag Dig Dug Deer Cup Pontianak

Di sesi burung Cucak Ijo, jagoan milik tim Duta Bondowoso Cup yang pada tanggala 17 Januari mendatang akan menggelar lomba serupa, juga tak pulang dengan tangan kosong. Amunisi yang dibawa sejumlah rekan setimnya cukup mampu menghasilkan tropi juara. Selain cucak ijo Brimob, ada pula Cucak Ijo Jimo yang sempat mematahlan laju Cucak Ijo fenomenal meraih kemenangan seri. Cucak ijo Jimo kala itu sukses memenangi juara pertamanya saat tampil di sesi kedua setelah sesi pertama Cucak ijo Grojokan Sewu memenangi juara pertamanya.
Selain drama pertarungan burung berkicau dan susana arena yang basah di guyur hujan. Pada gelaran ini juga sempat terjadi transfer amunisi antar pecinta burung ekor panjang.

Amunisi andalan milik abah yusuf lombok yang bernama Mad Panjang beralih tangan kepada pemain burung berkicau kawakan dari tim SMM (Sumber Mas Motor) Lumajang. Murai batu yang memiliki keistimewaan pada muntahan Cililinnya yang saat tampil akan ditembakkan dengan durasi yang lama itu berpindah tangan dengan nilai 60 juta rupiah.

Diakui oleh Mr. Yohanes sebenranya mengincar Mad Panjang ini sudah lebih 6 bulan yang lalu. Meski pada gelaran kali ini Mad Panjang tak sempat raih podium juara, namun diakui oleh Mr.Yohanes gelaran kali ini tak dijadikannya sebagai patokannya untuk mengagalkan pinangannya pada Mad Panjang.”Ya karena saya sudah tau betul gimana Mad Panjang kerja, saya juga tau berapa banyak preatasi yang dia dapat. Makanya, sekarang ini Mad Blater belum naik ke gantangan kita sudah deal” kata Mr. yohanes.

Usai mengumumkan juara umum yang berhasil diraih oleh tim NZR Cup sebagai Juara Umum BC dan Mr. Dedik Lumajang All Star sebagai Juara umum Sf. Arif selaku Ketua BnR Lumajang mengucapkan banyak terima kasihnya kepada seluruh kicau mania yang hadir dan mensuport gelarannya yang kedua hingga akhir gelaran. “tak lupa juga saya ucapkan terima kasih buat tim juri BnR yang bertugas, yang sudah berkerja demgan maksimal meskipun hujan turun hampir seharian ini. Kalian luar biasa, saya harap kalian selalu seperti ini. We Do The Right Think” imbuhnya.
Dan menurut informasi yang didapat, Arif akan kembali menggelar lomba serupa yang lebih besar pada bulan April mendatang “Mohon doanya, semoga kami kembali mendulang sukses dengan tanpa protes di gelaran berikutnya” tutup Arif. (Den!)

Daftar Juara BnR Lumajang Cup 1

tim Abah Yusuf (kaos putih) borong tropi dari Lovebird Dewi sri dan Murai Batu Lota Masta

Tak gentar meski hujan tak reda

Murai Batu Mad Panjang dimahar 60 juta oleh Yohanes

Mr.Erik sukses dengan Kenari Sewu Kuto

Juri BnR yang bertugas beserta pengurus BnR Lumajang

Edi Edogawa saat menangi juara 1 Cendet Royal oleh Cendet Raja Sembur

Duta Piala Dunia moncer di kelas burung Kenari, Si Kasep Juara 2 dan 5, Super One juara 2 dan 3

Duta NZR Cup sukses raih juara umum BC

Duta Bupati Cup Sidoarjo turut ramaikan gelaran

Dedik Lumajang All Star sebagai juara umum SF

Arif (Ketua BnR Lumajang)

Abah Yusuf saat menangi sesi pertama lovebird dewasa dengan Dewi Sri

Tim Duta Bondowoso Cup akan gelar lomba 17 Januari