Juri Ronggolawe bertugas di Lapangan A

Mediabnr – Semarang Bersatu sebagai bentuk perwujudan support seluruh EO di kota Semarang memprakarsai sebuah lomba burung berkicau bertajuk Piala Joko Bos yang dikemas mewah untuk memanjakan kicaumania dengan menggunakan 2 lapangan di lokasi Hutan Wisata Tinjomoyo pada hari Minggu (14/4) di bawah kawalan tim juri Radja Garuda Nusantara dan Ronggolawe Nusantara.

“ Event ini terselenggara sebagai sebuah bentuk persembahan kami kepada Om Joko Bos yang  eksistensinya sangat luar biasa, dimana beliau telah banyak sekali membantu kicaumania baik pemain maupun EO dalam memberikan informasi terutama melalui sosmed. Kemudian, karena ini event kombinasi Radja dan Ronggolawe, kalau mau dibilang ajang Road To Pasundan 3 juga oke, kalau mau dibilang tidak juga gakpapa karena ini juga event independen, sebenernya relative karena Pasundan 3 tinggal seminggu lagi. Intinya kami akan menyajikan sebaik mungkin untuk kicaumania sesuai pakem masing-masing,” ungkap Rudy NRS dari Radja Company yang turun gunung mengawasi langsung jalannya kompetisi.

Galuh (Ketua Ronggolawe Jateng III) selaku Ketua Pelaksana dan Pay Susanto (Radja Company) selaku Ketua Panitia serta seluruh jajaran kepanitiaan lainnya yang telah solid berkolaborasi membuahkan hasil maksimal lewat suksesnya gelaran siang hari ini, dimana nyaris semua kelas baik di lapangan A maupun lapangan B dibanjiri peserta yang berbondong-bondong hadir dari berbagai penjuru wilayah untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan.

Diantaranya mengalir dari Bambang AB Galeh BF Pekalongan yang kali ini menurunkan Raja Tega dikelas murai batu untuk mencicipi posisi juara VI saat bersaing dengan rival tangguh full gantangan disesi utama Independent. “ Silaturahmi dengan sedulur Semarang juga temen-temen kicaumania dari kota-kota lain yang hari ini kumpul satu titik di sini, seneng sekali rasanya,” ujar pemilik tangkaran murai batu Ring AB Galeh BF dan Ring PBI ini.

Kelas paling bergengsi ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Hokky besutan Aris Berlian yang cukup menghebohkan penampilannya. Pukulan-pukulan sadis yang dimuntahkan untuk menutup bongkaran roll lagu isiannya begitu istimewa hingga nyaris saja menjadi yang terbaik. “ Selisih 1 point bendera koncer C saja, ya tetap Alhamdulillah bisa membanggakan Dt. Piala Graha Mutiara Weleri. Jangan lupa pesan tiketnya, kami tunggu support dan partisipasinya di kota Weleri 5 Mei mendatang. Yang pasti SEMUA KELAS TANPA POTONGAN, penjurian Fair Play, lokasi nyaman dan strategis, doorpricenya juga mewah,” tandasnya.

Crew H. Aziz-Bintang SF Jepara yang dinahkodai oleh Om Dipo menurunkan gaco terbaru hasil take over sebelumnya dengan harga cukup fantastis bernama Srikandi. Hasilnya pun sangat membanggakan, berlaga disesi utama lovebird Independent Srikandi tembus di podium juara I dan masih bertahan untuk menduduki podium juara II dengan selisih point tipis disesi Radja. Tak hanya Srikandi saja, gaco-gaco dikelas lain juga ikut menyumbangkan point hingga berhasil menyabet predikat runner up juara umum Single Fighter.

Kemudian Sumber Raya SF yang dikomando langsung sang punggawa yakni Dian SRG dan Slamet SRG, dukungannya mengalir lewat turunnya sederet squad amunisi tim sebagai duta Babab Slanker Cup I. “ Kami tunggu partisipasi temen-temen kicaumania semua di kota Weleri 28 April nanti,” ucap Indra Riawan mewakili.

Kelas cucak hijau NZR sukses ditelan oleh Ki Demang garapan Bursa Perdana sebagai Dt. Piala Canting IV Pekalongan. Aksinya begitu memukau dengan tembakan variasi senjata pamungkas yang terus aktif dimuntahkan sejak awal hingga akhir. Hal ini menjadi penentu kemenangannya untuk menyisihkan rival full gantangan kala itu. Prestasi Ki Demang disempurnakan aksi ciamik Adudu besutan Fero yang tak mau ketinggalan untuk mendominasi persaingan dikelas kenari kecil BnR. Durasi aktif kerja yang nutup dengan balutan materi lagu syahdu yang lantunkannya keras membawanya mutlak menempati puncak podium. “ Kualitas serta kestabilan prestasi Adudu terus diakui dimanapun ia berlaga, EO apapun dan dimanapun. Semoga kedepan bisa lebih stabil lagi. Jangan lupa Piala Canting IV 16 Juni di Komplek Lap. Asrama BRIMOB, Jl. Dr. Soetomo Kalibanger-Pekalongan,” ungkap Fero.

Ayahe buktikan keampuhan tangan dinginnya, tidak hanya burung cendet yang bisa dipolesnya. Cucak Hijau Killer mampu dipoles menjadi sang juara. Gaco Mr. Hady Tato-Sempak Teles SF ini bisa berbicara banyak di event se spektakuler ini. Kehadiran burung-burung terbaik lintas Blok pastinya bikin ngedrop mental, namun Killer sanggup memberikan perlawanan ditengah deretan nama-nama burung yang sudah malang melintang dikancah dunia perburungan tersebut. Kualitas burung diadu dengan kualitas, itulah modal keyakinan Ayahe dalam menurunkan gaco andalannya.

Baca Juga  Daftar Juara Piala Joko Bos - Semarang (14//4/2019)

Birawa jadi yang terbaik disesi Cucak Hijau BnR, gaco Iqbal-Dapur Pala SF berikan penampilan yang menawan meski cuaca sudah menjelang malam. Sedangkan gaco debutan anyar Tongseng Team bernama Demon yang dipoles oleh Dannys sukses mencuri perhatian saat bertarung sengit disesi NZR untuk kekeh bertengger di podium juara III. Sang punggawa berharap setelah lolos uji lapangan perdananya di event akbar ini, kedepan prestasi Demon lebih baik lagi untuk dapat mempertajam squad amunisi andalan Tongseng Team.

Kelas kenari diwarnai beberapa nama yang siap menjadi kambing hitam di event nasional selanjutnya. Diantaranya adalah Arjuna milik Iyas Jepara yang sukses menaklukkan kompetisi disesi Ronggolawe, dan setelah ini dipersiapkan kembali menghadapi Piala Pasundan III. Kemudian Si Kopet yang merupakan gaco lawas Susanto-Gisikdrono BC ini berhasil finish terbaik disesi Radjawali ditemani Si Inces lovebird mudanya yang menjadi runner up disesi balibu Radjawali. Tak mau ketinggalan pendatang baru yang diorbitkan Aries-Devil Team Pekalongan bernama Jaya Raya yang langsung ngorbit ke podium juara III sesi kenari Ronggolawe.

Kelas kacer kali ini juga menjadi salah satu partai neraka dimana gaco-gaco nasional dari berbagai kota turun gunung. Alhasil, kompetisi pun begitu ketat dan sengit akan kentalnya persaingan. Namun demikian, satu nama dinyatakan layak menjadi bintang lapangan yaitu Tsunami besutan Topik NPR yang nyaris menyapu bersih podium juara. Mesti sedikit terseok disesi pertama dengan perolehan point juara III, Tsunami tak patah semangat bahkan lebih trengginas saat berlaga disesi kedua untuk tampil sebagai juara I, demikian juga dilaga ketiganya untuk kembali dinobatkan sebagai yang terbaik. Pusaka Jawa sebagai debutan baru AP Manurung unjuk gigi untuk menempati podium juara III disesi kacer BnR. “ Nyoba turun di lomba dan hasilnya sungguh diluar dugaan,” ujarnya bangga.

Petir membuktikan namanya patut diperhitungkan dikancah nasional. Lewat tampilan materi berkualitasnya yang diatas rata-rata, gaco andalan Umar-Cepuk dari Royal Team Kendal ini nyaris membabat podium dikelas murai Borneo mengandalkan variasi lagu mumpuni serta volume tembusnya. Meski partner kerjanya saat itu belum beruntung menggapai podium terbaik, Little Boy besutan Aqsa dinyatakan cukup membanggakan dimana namanya termasuk salah satu nominator terbaik di podium VII sesi cucak hijau Radja. “ Semoga bisa selalu tampil membanggakan di event-event spektakuler selanjutnya,” pungkas Cepuk.

Petrus seakan tak mau mensia-siakan kesempatan untuk tampil menawan di gelaran ini. Kinerjanya begitu mempesona lewat muntahan pukulan berdurasi panjang-panjang serta stabil sejak awal hingga akhir penilaian. Alhasil, gaco besutan Radja CP ini sukses menggaet prestasi terbaik sebagai juara I disesi lovebird paud NZR untuk mengibarkan bendera Dt. Wegah Waras.

Lewat perseteruan yang cukup sengit sederet gaco andalan Rambo 4294 SF yang dikomando langsung oleh Ari sang punggawa, diakhir gelaran sukses menorehkan nama besarnya di puncak tahta juara umum Single Fighter. Sebuah pencapaian prestasi yang membanggakan dimana namanya selalu konsisten menghiasi arena paling bergengsi ini disetiap lawatannya.

Sedangkan ketatnya persaingan juara umum Bird Club sukses dimenangi oleh Dt. Sigit WMP Klaten kawalan Saddam yang cukup telak menyisihkan perolehan point para rival yang juga mengincar tahta bergengsi ini. “ Alhamdulillah, target silaturahmi hari ini dapat tercapai. Saya pribadi mewakili crew menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas support yang luar biasa dari seluruh sederek kicaumania. Semoga kedepan tetap terjaga rasa kekeluargaan ini dan selalu guyub rukun,” ucapnya. Membayangi di podium runner up Bird Club terlahir nama Dt. Walikota Arema yang juga  cukup eksis memenangi kompetisi.

“ Terimakasih atas partisipasi serta dukungan sahabat kicaumania semua yang telah mensukseskan gelaran Piala Joko Bos, kami selaku panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan maupun kesalahan yang ada,” tutup Pay ditemani Galuh mewakili seluruh jajaran panitia, crew, serta tim juri yang bertugas dipenghujung gelaran. *team

Daftar Juara Piala Joko Bos – Semarang (14//4/2019)

Killer polesan Ayahe banggakan Hady Tato Pontianak

Ki Demang kibarkan bendera Dt. Piala Canting 4 Pekalongan

Hokky besutan Aris Berlian banggakan Dt. Piala Graha Mutiara Weleri

Gisikdrono BC andalkan kualitas Si Kopet & Si Ences

Galuh Prakoso Ketua DPW Ronggolawe Jateng III

Fero andalkan Adudu usung Dt. Piala Canting 4

Dt. Sigit WMP Klaten raih juara umum Bird Club

Devil Team Pekalongan orbitkan kualitas kenari Jaya Raya

Birawa banggakan Iqbal-Dapur Pala SF

Bambang AB Galeh BF Pekalongan meriahkan gelaran

Arjuna besutan Iyass Jepara siap gaspol Pasundan 3

Ari Rambo 4294 SF Semarang sabet juara umum Single Fighter

Tsunami nyaris sapu bersih kelas kacer

Tongseng Team curi point lewat aksi Demon besutan Danny’s

Srikandi besutan H. Aziz Bintang SF Jepara tampil istimewa

Silaturahmi Slamet & Dian punggawa SRG

Saddam sukses kawal Dt. Sigit WMP raih podium

Runner Up Bird Club diraih Dt. Walikota Arema

Rudi NRS (Radja) mengawasi gelaran

Radja Garuda Nusantara kawal kompetisi di Lapangan B

Pusaka Jawa debutan baru AP Manurung mencuat

Petrus besutan Radja CP curi point mutlak

Petir nyaris double winner kibarkan bendera Royal Team

Pay Susanto-Ketua Panitia