Suasana Kelas Murai Batu (ilustrasi)

Mediabnr – Dalam lomba burung faktor hoki akan selalu menjadikan burung juara. Siapakah yang menilai burung saat digantangkan? Juri ataukah peserta yang menilai burung yang dilombakan?. Jelas Juri yang menilai bukan peserta atau penonton yang menilai.

Ada burung burung pintar disaat Juri tidak pada posisi dia biasa saja. Tapi pada saat Juri mendekat dia kerja maksimal, ditinggal Juri burung kembali seperti biasa-biasa saja. Dulu pernah burung seperti ini yang merebut juara dan mendapatkan satu unit mobil di BnR Award. Siapa yang tidak kenal dengan burung Murai Batu milik Ming Basket Surabaya Super Bejo. Kenapa diberi nama Super Bejo oleh Ming Basket?. Karena tipikal main burung tersebut seperti yang diceritakan diatas tadi.

Bagaimana menurut BnR satoe menghadapi burung seperi itu?. Itu baru burung pintar dan perlu diingat yang menilai burung adalah Juri bukan peserta atau penonton. Juri menilai saat Juri berdiri disana, diblok dimana dia menilai. Jadi kenapa harus protes kalau burung tipikal seperti itu menang. Sekarang aku tanya Juri menilai burung saat burung itu bekerja kan dan saat dia disana. Itu yang namanya burung hoki tapi tidak semua burung kerja seperti itu. Tapi ada pasti burung yang punya tipikal seperti itu. Tapi pada prinsipnya saat Juri melihat burung itu kerja maksimal sudah pasti akan ada nilai plus oleh Juri. Apakah itu salah Juri ataukan salah burungnya?. Tidak ada yang salah itu namanya  burung Hoki”..kata BnR satoe menjelaskan.

Baca Juga  Raih Hattrik, Satria Berada di Puncak Jawara