IKROM FAUZI RISWAN

Mediabnr – Berita yang ditayangkan mediabnr pada Kamis 18 Juli 2019, yang merupakan hasil wawancara dengan Kaisar Ebod mendapat banyak perhatian kicaumania tanah air. Rangkuman dari berita itu, menyebutkan bila event-event yang didukung oleh Kaisar Ebod akan menghapus kelas Love Bird Umum, hingga jangka waktu yang belum diketahui.

Berita dengan judul RONGGOLAWE NUSANTARA RESMI HAPUS KELAS LOVE BIRD UMUM itu kemudian dibantah oleh pihak Ronggolawe Nusantara, melalui ketua DPW Jawa Barat IV bapak Abhi selaku panitia event tersebut, juga langsung oleh Kaisar Ebod selaku nara sumber langsung, dengan menyebutkan bila yang dihapus hanya di event Anni Bakery Bird Champions saja, bukan untuk event-event berikutnya.

Ijinkan kami selaku pewarta yang hadir di lokasi lomba, meliput, dan kemudian menuliskan laporannya, menjelaskan beberapa hal sebagai berikut:

Bahwa kami benar-benar hadir di lomba itu, menyaksikan langsung jalannya lomba, termasuk bagaimana situasi yang tidak kondusif itu terjadi di sesi love bird umum yang paling awal. Setelah itu, kami kemudian menemui Kaisar untuk berbincang persoalan love bird yang kerap tidak kondusif.

Kami memang tidak merekamnya, namun membuat semacam notulen untuk mencatat hal-hal yang dirasa penting. Apa yang kami tulis dan kemudian ditayangkan, Insya Allah sesuai dengan apa yang saya dengar secara langsung. Dari situlah keluar pernyataan bila beliau akan menghapus kelas Love Bird Umum, sebagai respon atas situasi tidak kondusif yang sering terjadi.

Untuk menguatkannya, kami sempat menimpali lagi dengan pertanyaan, apakah penghapusan ini hanya berlaku di sini (Anni Bakery Karawang), atau juga untuk event-event berikutnya. Beliau menjawab, untuk event berikutnya juga.

Fakta itu yang masih kami yakini. Namun bila kemudian ada bantahan yang disampaikan langsung oleh nara sumber, tentu saja kami juga harus menyadari bahwa sebagai manusia biasa, selalu ada peluang untuk salah. Setidaknya, bila tidak salah dengar, berarti salah paham.

SCHRENSHOT WHATSHAP H.EBOD USAI DI KONFIRMASI ULANG OLEH WARTAWAN

Karenanya, kami pun segera melakukan konfirmasi ulang dengan Kaisar Ebod. Alhamdulillah, konfirmasi pun sudah kami dapatkan, yang screenshotnya juga kami tampilkan biar sama-sama dibaca, supaya kalau kami kembali keliru paham yang berujung keliru tulis, bisa dikoreksi bersama-sama.

Baca Juga  Daftar Juara Piala Sulawesi (6 Mei 2018)

Jawaban Kaisar, sebagaimana tersemat dalam screenshot, “Jika saya bikin lomba kelas umum/konslet tidak diadakan. Jika pengurus lain bikin lomba ya bebas saja. Kan DPW Ronggolawe Otonom punya kebijakan masing-masing, Walaikum salam.”

Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun, apalagi sampai melempar kesalahan pada pihak lain. Kesalahan bisa saja terjadi pada siapa saja, termasuk pada diri kami. Yang jelas kasus ini akan membuat kami semakin teliti sebelum menayangkan berita, bila diperlaukan harus selalu melakukan cek dan recek, sehingga bila itu disebut sebagai sebuah kesalahpahaman, bisa dihindari.

Kami bisa saja salah, dan menurut kami bukanlah sebuah aib mana kala kami berbesar hati mengaku hal ini. Kami tidak perlu malu untuk meminta maaf kepada semua saja yang terkait. Kepada Kaisar Ebod dan bapak Abhi selaku panitia event, kepada mediabnr.com tempat saya bergantung yang memberi ruang seluas-luasnya untuk berekspresi, juga kepada semua kicaumania yang mungkin merasa terganggu dengan berita yang terkesan kurang presisi tersebut.

Terimakasih setelah konfirmasi yang sebelumnya lebih dulu disampaikan secara pribadi melalu akun facebook, sahabat-sahabat kami, para pembaca, tetap memberikan dukungan agar ke depannya tetap bisa berbuat yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Kami hanya ingin menggarisbawahi, tak ada motif tersembunyi dari tulisan tersebut, selain rasa prihatin melihat lomba yang tidak kondusif, dan kerap kami lihat. Pesan tulisan itu lebih untuk bahan perenungan, agar para penghobi bisa lebih menjaga situasi yang kondusif agar sesuai tujuan awal dari hobi, mencari kesenangan, kenyamanan, kedamaian, dan semacamnya. Tak ada secuil pun pikiran ingin menjatuhkan kelompok tertentu, sebaliknya mengunggulkan kelompok yang lain. Bagi kami semua kicaumania itu satu, tidak terpisahkan, jangan disekat-sekat hanya karena beda jenis burung yang disuka, atau satu jenis burung tapi beda selera dalam hal detil lainnya.

Tak semata dukungan, masukan apa pun bentuknya, sepahit apa pun itu, sangat kami nantikan. Itu akan menjadi vitamin yang sangat berharga demi kemajuan hobi kita ini.

Ikrom Fauzi Riswan
(wartawan BnR sejak 2010)