Pengerjaan Dinding

Mediabnr – Tidak harus selalu menyorot dunia kontes, di balik jadwal yang padat terselip sebuah cerita menarik buah tangan kicaumania. Meski tak tergerus sorot kamera, mereka tetap lantang menyuarakan tentang kehidupan yang bergairah untuk melangkah menuju yang lebih baik. Sebuah catatan momen bersejarah dan menyumbangkan sesuatu yang signifikan dalam kehidupan keseharian, terekam di daerah bebukitan asri nan sejuk.

Di balik tabir semua itu, akan selalu hadir sosok-sosok yang berperan di depan ataupun di balik layar dengan caranya sendiri-sendiri. Mereka telah telah mengambil bagian dalam melahirkan dan merawat momen penuh berkah tersebut. Mereka juga mengupayakan agar makna sebuah momen tetap terjaga dengan baik. Sore itu terdengar lantunan ayat suci Al-Quran dari hampir 100 santri cilik yang datang dari sekitar desa penghasil sayur tersebut. Meski berdesakan karena tempatnya yang sempit, mereka tetap bersemangat dalam mengikuti pelajaran membaca Al-Quran.

Dari momen mencerahkan itu muncul nama dua kicaumania dari dua kota berbeda, Iwan ND dari Lembang dan Aris dari Liwa Lampung, yang menjadi motor penggerak awal pendirian Majelis Taklim Nurul Iman yang saat ini rencananya berlokasi di tanah wakaf Alm. H. Toto Tadjudin di di Kampung Cicalung, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

“Pertama kegiatan mengaji ini berlangsung di Masjid, tetapi karena semakin banyak yang mengikuti, masjid tak lagi muat. Atas dasar tersebut maka rencananya kami akan membangun Madrasah kecil yang lokasinya tepat di belakang Masjid Nurul Iman,” ujar Iwan ND, salah satu kenarimania Bandung. “Selanjutnya saya berkolerasi dengan Kang Aris dari Liwa Lampung. Alhamdulillah ia mendukung dan memberi semangat untuk segera mendirikan madrasah.” Lanjutnya.

Baca Juga  Aksi Damai Tolak Permen 20/2018 : Dirjen KSDA Keluarkan Surat Edaran dan Call Centre

Pengerjaan madrasah baru dimulai dengan pondasi, secara gotong royong para warga membantu pengerjaannya. Kesederhanaan mendirikan madrasah menjadi tepat sasaran, karena jujur menjawab tuntutan konteks dan menjawab apa yang mendasar. Sebuah konsep sederhana, hanya ingin membangun madrasah, menjadi modal dan tekad Iwan ND dan Aris Liwa. Meski mereka berada di belakang layar, tim media BnR dalam bahasa sinema ingin men-zoom lebih dekat dan memberikan close-up agar lebih jelas, sehingga peran pentingnya tidak menjadi kabur, tetapi lebih bermakna. Untuk yang mau memberi bantuan, tak tertutup kemungkinan bisa langsung menghubunginya. Bisa kontek facebook iwan ndputra.(Tim)

Belajar Masih Di Masjid

Aris dari Liwa Lampung

Warga dan Santri Cilik

Pemasangan Pondasi Batu

Pemasangan Pondasi Batu Kali

Nebeng Belajar Di Rumah Warga

Iwan ND dan Warga