ilustrasi suasana lomba

Mediabnr – Kejadian baru- baru ini Kicaumania sampai memukul aparat benar-benar mencoreng dunia perburungan Indonesia. Bagaimana kita akan membuat suatu lomba burung yang kondusif dan nyaman?

Semua tergantung dari semua pelaku dunia perburungan ini kalau sudah, Tidak ada lagi merasa tersaingi dan tidak mau disaingi hal-hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Permasalahan ada beberapa oknum yang mau disebut sebagai pakar perburungan dan mampu bisa mengendalikan dunia perburungan ini.

Padahal dia sendiri tidak pernah melakukan sesuatu untuk dunia burung itu sendiri. Semua akan indah kalau sudah tidak ada lagi butuh pengakuan dalam dunia burung ini. Bergerak bersama membangun dunia burung tidak saling fitnah dan memprovokasi akhirnya berakibat menjadi bumerang.

Dalam dunia burung ini sudah tidak bisa dirubah atau ingin menjadi pahlawan lagi. Karena dunia burung kita ini sudah maju bukan seperti 12 tahun yang lalu. Pada saat sekarang ini yang dibutuhkan didunia burung ini adalah inovasi baru untuk kemajuan dunia burung. Sifat arogan seorang kicaumania juga kalau kita menyadari dampak dari bola panas yang tercipta dalam dunia burung itu sendiri. Mari kita kedepan lebih dewasa dalam menjalankan dunia burung ini agar tidak terjadi lagi hal- hal seperti kemarin kemarin.

Kalau berpikir paling hebat dalam dunia burung berarti dia paling belakang urutannya dalam dunia burung. Paling hebat dalam dunia burung itu adalah pelakunya seperti Penangkar, Perawat dan Pedagang (3P) mengapa? Karena mereka  bisa memanfaatkan dunia burung untuk menjadi penghasilan bagi kehidupan keluarganya.

Baca Juga  Tiga Burung Raih Nyeri, Calo SF dan Duta Priuk BC Juara Umum