Sweet Valentine Ke-17 Jogjakarta

Duet H. Samsul dan H. Astono

MediaBnR – Jogjakarta , Aura lomba Sweet Valentine (16/02/2020) sangat kental terasa hingga semua lapisan penghobi burung merelakan diri untuk bertaruh waktu dan tentunya sejumlah uang untuk menyalurkan hobinya menggantang sang gacoan. Sweet Valentine menjadi salah satu gelaran tahunan bagi rekan kicau, untuk mencoba gacoannya bertarung disalah event kolosal yang diprakarsai oleh PBI Cabang Bantul. Tercatat 2848 lembar tiket terjual menurut data panitia.

Event yang sudah digelar sebanyak 17 kali ini, masih menjadi tujuan untuk berkumpulnya jago-jago terbaik lintas blok ditanah air, untuk bertaruh gengsi diperhelatan akbar salah satu agenda lomba Pelestari Burung Indonesia (PBI). Tidak dipungkiri aura yang dibangun sangat baik hingga pelaksaan lomba pun selalu dipenuhi oleh rekan kicau yang haus akan prestasi dan syarat gengsi.

Ketua PBI Pusat H. Bagya Rahmadi membuka gelaran dengan melepas puluhan ekor burung ke alam liar, sebagai salah satu penggagas konservasi,  memberikan sertifikat penghargaan kepada para penangkar yang berada dibawah naungan PBI dan melepas burung ke alam liar menjadi ritual sebelum gelaran lomba dimulai. H. Bagya pun memuji kesiapan Ketua panitia dan Ketua pelaksanan yang diemban oleh duet H. Astono dan H. Samsul, mampu mempersiapkan lomba dengan baik sehingga kicau mania menjadi nyaman untuk mengikuti gelaran lomba.

Ketua PBI Pusat H. Bagya saat berpidato

Bukan hanya kata kiasan H. Bagya memuji kinerja panitia, ini terlihat dari  pemilihan tempat lomba yang stategis berlokasi di Lapangan Pemkab Denggung Sleman, sehingga memudahkan para kicau mania untuk menuju geloran lomba. Fasilitas pendukung pun terlihat lengkap, dari tempat parkir yang luas, paddock pemain yang nyaman untuk berteduh dari sengatan matahari dan turunnya hujan, dengan banyaknya bangunan tenda-tenda paddock yang cukup untuk berteduh.

Baca Juga  Ajang Berkumpulnya Pemain Antar Blok, Gelaran SuksesTembus 2848 Peserta,KAW Team & Faidzin DM Juara Umum

Disamping itu banyaknya gedung perkantoran yang mengelilingi arena lomba menjadi sarana pendamping, sehingga rekan kicau mania mampu mengkondisikan gacoannya dengan maksimal dimanapun mereka berada. Selain itu banyaknya stand makanan dan minuman yang dijajakan menjadi efek domino untuk memajukan ekonomi warga disekitaran lomba. Dan tidak tertinggal aneka souvenir untuk oleh-oleh dan aneka aksesoris kebutuhan kicau mania ikut menghiasi arena lomba.

Turut menjadi pembicara yaitu Ketua dari BKSDA kota Jogajakarta Bapak. Muh. Wahyudi SP. beliau menyampaikan betapa pentingnya konsevarsi untuk kelangsungan ekosistem bagi kehidupan. Konservasi dan pelestarian merupakan bentuk kita untuk menjaga agar burung-burung dialam liar tetap terjaga dan tidak punah agar anak cucu kita tetap bisa menikmati keindahan suara merdu dari kicauan burung dialam liar.

Ketua BKSDA kota Jogjakarta Bapak. Muh Wahyudi SP

“Terimakasih untuk semua rekan kicau mania yang sudah ikut meramaikan gelaran Sweet Valentine Ke-17, tidak lupa atas nama panitia saya ucapkan banyak terimakasih untuk tim promo Twister yang selalu setia mengikuti gelaran lomba yang digelar oleh PBI, rekan-rekan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Dukungan kalian semua membuat gelaran lomba bisa  berjalan sukses, aman dan kondusif meski hujan sempat turun ditengah-tengah acara lomba. Kita jumpa lagi digelaran Payung Geulis dikota Tasikmalaya, Salam Lestari.”ucap H. Samsul dan H. Astono. (aben)

Seluruh Juri dan Tim Twister berfoto bersama

Tim Promo Twister yang selalu meramaikan gelaran lomba PBI