Mitra D’Rioz Organizer Batang

Dian Toto & Inoeng D’Rioz awasi jalannya lomba

MediaBnR-Batang, Menyongsong era “New Normal” arena gantang Mitra D’Rioz yang berlokasi di Lapangan Ampera, Bandar-Batang mulai resmi membuka kembali ajang kontes burung berkicau pada hari Minggu (21/6). Meski bandrol tiket terjangkau sekelas latberan, aura yang tersaji di lapangan sudah seperti lomba besar saja.

Instruksi Instansi Pemerintah setempat yang menganjurkan masyarakat mulai menyesuaikan diri dengan sikon terkini dan perlahan dapat beraktivitas seperti biasa dalam menyambut era baru “ New Normal”, disambut baik oleh rekan-rekan EO perburungan dan kicaumania tentunya. Rasa kangen akan menggantang seakan sudah tak tertahan lagi, maka tak heran apabila gelaran ini full dipadati kontestan yang tidak hanya hadir dari wilayah sekitaran saja tetapi banyak pula tamu kicaumania yang merapat dari berbagai kota.

“ Ijin resmi sudah turun untuk mulai gelaran hari ini dan seterusnya berlanjut rutin setiap hari Minggu pagi. Meski perdana buka setelah sekian lama lockdown, hari ini masih kami jadikan laga uji coba sebagai stimulasi kelayakan standart protokoler kesehatan yang telah ditentukan. Intinya kami Mitra D’Rioz patuh anjuran Pemerintah sesuai protokoler yang ada, wajib masker, tempat cuci tangan, jaga jarak, dan kita agendakan lagi cek suhu badan di gelaran berikutnya. Kami berharap dengan dibukanya kembali arena gantangan ini, kedepan dunia perburungan dapat kembali bergairah untuk mendukung perputaran roda perekonomian masyarakat,” pungkas Om Fery selaku Ketua Umum Mitra D’Rioz Organizer.

Panitia Mitra D’Rioz

Perang bintang pun tersaji disetiap kelas yang ada melihat banyaknya kontestan luar kota yang turut hadir memeriahkan. Seperti persaingan sengit yang tercurah dikelas murai batu dimana beberapa nama besar saling beradu kualitas kembali setelah libur cukup panjang. Sesi murai batu Mitra D’Rioz menjadi santapan pembuka bagi Gatot Kaca besutan Dhe Pri owner Dhe Pri BF yang eksis mengeksplore kualitas wahidnya, roll rapet diselingi variasi tembakan isian panjang-panjang, volume keras, dan gaya tarung ngeplay happy yang konsisten hingga akhir penilaian.

Produk jebolan markas Dhe Pri BF, Gatot Kaca tampil maksimal

Namun kemenangan Gatot Kaca ini tidak begitu mulus, point bendera koncernya harus berbagi dengan Pajero milik Jefry Marawa SF yang juga ketat sekali membayangi dengan performanya yang memang di atas rata-rata. Gaya tarung ngepay satu titik menjadi point plus Pajero, ditambah power tembus dan durasi kerja full awal-akhir dengan balutan segudang materi isiannya. Sekelas lomba prestisius seperti Piala Raja tahun lalu namanya pun merangsek di podium 10 besar di tiket mahal.

Perform Pajero banggakan Mr.Jefry-Marawa SF

“ Libur Pajero cukup lama, mabung dilanjut lagi pandemi corona. Meskipun demikian perlahan performnya berangsur mendekati sempurna, di laga perdananya kemarin saat main di Tegal Alhamdulillah langsung point, di sini juga point. Semoga terus stabil di event-event selanjutnya,” jelas pemilik usaha kuliner asal kota Padang ini.

Baca Juga  Dollar Meroket, Budy Solusindo SF Comal Siap Tancap Gas

Sementara dikelas murai batu BOB decak kagum peserta tertuju pada nomor gantangan yang ditempati oleh Mas Lanang. Kualitas materi dan mental tarungnya begitu menarik perhatian, tak heran apabila tim juri pun menobatkannya sebagai yang terbaik. Apresiasi positif pun ditunjukan oleh sang Ketua Umum Mitra D’Rioz (Om Fery) untuk langsung menghampiri dan memberi ucapan selamat. Usut punya usut ketika ditemui mediabnr.com, ternyata Mas Lanang baru berumur sekitaran 10 bulan hasil ternakan sendiri dengan ring Buntit SF milik Om Teguh. “ Baru saja lepas trotol, bulu kering langsung uji lapangan 3 kali dan belum pernah miss dari podium 3 besar,” cetusnya.

Kualitas Mas Lanang mendapat apresiasi dari Ketum D’Rioz-Mr.Fery

Eksistensi kestabilan prestasi Combat kembali diakui di laga hari ini. Meski cukup lama off gantang, gaco andalan Mr.Susilo Reban Raya ini seakan tak mau tanggung-tanggung untuk mempertontonkan kualitas sejatinya. Semua materi isiannya terlontar, suaranya kasar dan kesar, durasi kerjanya pun nutup sejak awal gantang sampai akhir penjurian tetap stabil jambul ngentrok. Point-point plus inilah yang menjadi faktor penentu kemenangannya dikelas cucak hijau Sangkar Juragan meski rival-rival yang turun juga pemilik nama besar dengan track record prestasi dan jam terbang tingginya di event besar.

Aksi Combat milik Susilo Reban Raya nyaris tak terbendung

“ Alhamdulillah gelaran hari ini dapat berjalan lancar dan sukses, situasi aman, kondusif dan terkendali tanpa protes. Protokol kesehatan juga sudah cukup baik terlaksana baik dari panitia maupun peserta, namun masih ada tadi saya lihat kurangnya kesadaran untuk jaga jarak, semoga hal tersebut dapat kita perbaiki dan perketat lagi di event selanjutnya, tentu dengan partisipasi dan dukungannya juga dari teman-teman kicaumania yang hadir. Jangan lupa latber rutin Mitra D’Rioz hari Minggu pagi dan tunggu gebrakan event kami selanjutnya Road To Piala Dian Toto, sampai jumpa,” tutup Om Inoeng D’Rioz mewakili segenap panitia. (kiky)

Indra Prasetya-Ketua SorbanWali memantau jalannya lomba

Full gantangan, support masker Bunda SF

Support hadiah kejutan dari Sangkar Juragan dikelas Tledekan

Maharaja tetap eksis di tahta juara

Kenari mania Pantura memeriahkan gelaran

Tempat cuci tangan tersedia disetiap sudut arena

Dipandu meriah oleh MC Pak Pezz