SPESIAL LATPRES NEW NORMAL – NEW BnR PRASETYA

 

MB SPL dan MB Bison Rinjani berbagi gelar

 

Mediabnr.com, Gedung Prasetya, Bekasi. Gelaran latpres New BnR Prasetya berlangsung meriah dihadiri Kicaumania kondang dari kawasan Bekasi, Jakarta dan sekitarnya. Di kelas Murai Batu, terjadi duel maut antara SPL gacoan Bonni dari Mabeta SF dan Bison gacoan Budi KP Kemang. Keduanya saling tak mau mengalah melontarkan ngeroll berbagai suara isian lagu-lagu kecil yang tersusun rapi diselingi tembakan Cililin yang kristal dengan durasi kerja aktif, volume sambil ngeplay menawan.

Di sesi pertama SPL meraih juara pertama, sementara Bison menempel ketat di posisi runner up. Tetapi di sesi kedua giliran Bison melakukan revans dan meraih posisi sementara SPL meraih posisi runner up. “ini merupakan ajang perdana bagi SPL karena SPL sudah lama tak dilatih karena hampir semua gantangan tidak  buka dalam kondisi PSBB akibat pandemi virus Corona. SPL memang belum kembali performa yang sesungguhnya. Mudah-mudahan, kalau kondisi sudah normal, SPL akan siap bersaing dengan muraimania papan atas lainnya di gelaran nasiona.” ujar Bonni.

Di kelas Kacer, Suromenggolo gacoan X Nice dari team PWC Bekasi yang dikomandani kacermania senior Didik Buah meraih juara pertama setelah membawakan lagu ngeroll nembak berbagai suara isian dengan volume tembus sambil ngobra menengadah langit yang memikat.

Di kelas Lovebird, prestasi Venom gacoan H. Aryo dari Zagad SF mengundang decak kagum. Turun di dua kelas, Venom lewat suara ngekek panjang-panjang kasar dan merebut point tertinggi hingga akhirnya juara pertama di Kelas Lovebird Pemanasan dan Lovebird Durasi A.

Selesai gelaran Odel mewakili panita BnR New Praseya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para kontestan. “Sampai jumpa kembali di gelaran BnR New Prasetya berikutnya,”  ujar Odel. (F/JJ)

Baca Juga  Kicaumania Banjiri Pelataran Gedung Prasetya

 

Gustiawan dan kicaumania kmr SF meraykan kmenangan kacerr Anak Buah

Kicaumania PWC merayakan kemenangan Kacer Suruomenggolo

Lovebird venom raih dobel winner

panitia bnr prasetya