Latber Sabtu BnR Bajing 22

MediaBnR.com – Bangkalan – Meski esok pada hari Minggu tanggal 27 September akan diadakan gelaran latpres di gantangan Bajing 22 ini, namun Gatot Dwiyono selaku owner Gantangan BnR Bajing 22 tetap menggelar latber rutinnya setiap hari sabtu ini, Sabtu (26/09/2020).

Suasana sesi kedua Cendet B masih memenuhi separuh gantangan

Alasan Gatot Dwiyono tetap menggelar latberannya memang cukup beralasan, sebab selain supaya Juri Juri BnR tetap bisa bertugas dan tanpa libur, kegiatan ini juga atas permintaan teman teman Kicau Mania di sekitar Kota Bangkalan. Hal tersebut memang benar adanya, sebab bisa ditegaskan dengan kondisi para kicau mania di sekitar kota bangkalan ini tak hanya memiliki 1 burung atau satu jenis burung saja, melainkan memang memiliki 2 sampai 8 burung yang biasanya untuk latber dan event. “Saya kalo libur, latber hari sabtu ini, nanti banyak yang telpon saya. Ko libur pak?, ini burung uda kadung disiapin eh kok libur. Rata rata begitu temen temen kicau mania disini” jelas Gatot Dwiyono.

Alhasil meski tak begitu penuh, namun bisa dibilang tetap ramai setiap kelas yang dimainkan untuk latber sabtu kali ini, setidaknya mampu mengisi separuh dari gantangan yang ada, akan tetapi kali ini hanya memainkan 2 sesi saja setiap kelas burungnya.

Pengurus, Peserta dan Tim Juri BnR yang bertugas

Untuk latberan kali ini dihadiri oleh tim yang berdiri awal tahun lalu yang menamakan dirinya Kacau Mania. kali ini tim asal kota Bangkalan ini bisa dibilang menjadi satu satunya tim yang berhasil memborong tropi kejuaraan, sekaligus 2 tropi burung terbaik pun sukses diboyong.

Andi (kanan) dan tim Kacau Mania Borong Tropi sekaligus Tropi JUara burung terbaik Murai Batu dan Cucak Ijo

Burung yang di andalkan mereka ini ada cucak ijo yang bernama Mercy yang saat di sesi awal sudah sukses menempati podium 1. Namun sayang burung kesayangan milik Bos Farian ini usai meraih juara 1, sangkarnya jatuh dari gantungan di tempat pedoknya dan si Mercy sempat lepas dan kabur, namun berkat bantuan team teman kicau mania yang ada di sekitar, akhirnya Mercy berhasil kembali ke tangan Bos Farian. “Alhamdulillah, pas kabur tadi teman teman disini membantu untuk menangkap, bahkan pak ketua BnR Bangkalan H. Lut juga ikut bantuin. Syukur lah bisa masuk kandang lagi meskipun kandangnya banyak yang patah, ini lagi dilem sama temen temen” Ujar Andi salah satu Anggota Kacau Mania.

Mercy saat juara 1 kelas Cucak ijo A

Dan uniknya Si cucak ijo Mercy ini, meski sempat lepas dan sangkar yang banyak patah, masih mampu tampil kembali di sesi kedua cucak ijo B, dan sukses menempati juara kedua sekaligus dinobatkan sebagai cucak ijo terbaik diakhir gelaran.

Tim Kacau Mania perbaiki sangkar Mercy usai jatuh dari gantungan

Sedangkan di kelas Murai Batu terjadi persaingan sengit antar jagoan milik tim Kacau Mania ini dan Good Father yang langsung dikawal oleh Agus Notaris.

Baca Juga  Karmila Hattrick, Rahwana Cetak Juara Ganda

Keduanya memang kuat mengandalkan ekor panjang, Kacau Mania andalkan Joker dan Good Father andalkan Bob Marley sebagai straiker.

Akan tetapi nampaknya dewi fortuna tetap berpihak pada tim Kacau Mania, sebab di sesi pertama Murai Batu A Bob Marley memang menenmpati posisi lebih tinggi yakni juara 2, sedangkan Joker di juara ketiga. Akan tetapi saat keduanya kembali naik, Joker nampak lebih menonjol performa nya. Dengan modal isian cililin, lovebird, kapas tembak, Murai batu Joker milik Bloy ini sukses tempati podium 1, sedangkan Bob Marley menempati posisi keduanya. Sekaligus diakhir sesi Joker dinobatkan sebagai Murai Batu terbaik dengan selisih poin 25 saja dibandingkan Bob Marley. “Gapapa dong, namanya juga perlombaan kalah menang sudah biasa. Bersaing itu hanya kualitas burungnya, kalo orangnya ngapain bersaing, lucu nanti, haha, apalagi ini teman teman Kacau Mania terutamanya Andi ini juga pernah jadi bagian tim Good Father, jadi saya juga ikut senang sodara sodara kita ini punya burung bagus dan berhasil menang” ujar H.Agus Notaris usai sesi dokumentasi bersama.

Tim Kacau Mania dan H.Agus Notaris Good Father (kanan) pose bareng usai gelaran

Kemudian di kelas Cendetpun juga sama, namun persaingan ini hanya terjadi saat penobatan Juara Cendet Terbaik, sebab cendet milik H.Farhan yang bernama Badboy yang dikawal oleh Hamim, sukses menempati posisi pertama saat sesi kelas Cendet A, dan CR7 milik Cipto di posisi kedua.

Hamim (kiri) kawal Cendet BadBoy raih Juara 1 kelas cendet A

Saat sesi kedua Cendet B, Cr7 lah yang menenmpati posisi Pertama, sedangkan Bad Boy di posisi kedua. Alhasil, untuk penobatan Juara Cendet terbaik dilakukan dengan cara tos, sebab keduanya memiliki poin yang sama yakni sebanyak 150.

Cendet BadBoy raih Tropi Cendet terbaik

Namun nampaknya Cendet milik H.Farhan AKBP yang hadir jauh jauh dari kota Surabaya yang memiliki keberuntungan baik, dimana saat dilakukan Tos, sang joki berhasil mendapatkan nomer yang paling kecil, dan dihadiahi Tropi besar sebagai peraih Cendet terbaik. *Den!

Murai batu Komandoo milik Ruslan kuasai kelas Murai Batu A

Bos Kecil milik Mr. Kamil juara 2 kelas Lovebird Fighter B

Mr. Roni Jauh jauh dari Surabaya Moncer juara 1 dengan cucak ijo Sembur Sewu