Panitia dan peserta foto bersama

Mediabnr.com – Ada yang terasa sedikit berbeda kali ini di lomba burung berkicau yang di adakan oleh pecinta burung kenari pada 27 September 2020 dilapangan G&T Enterprise, Kayu Manis, Tangsel. Ultimate Fighting Canary (UFC) kembali menggelar hajatan tahunannya UFC seri ke-3 yang langsung dikomandoi oleh pak de Ari JB dan Dimas sebagai Ketua Pelaksana.

“Awal terbentuknya UFC ini dari komunitas kecil daerah rempoa berdiri sekitar tahun 2017 yang menginginkan tampil beda seperti menyajikan G12 dengan beberapa aturan-aturan ketat sesuai dengan namanya UFC, Bahkan dengan peraturan ini dapat menyeleksi kualitas kenari sehingga menghasilkan jawara yang mumpuni”. Ungkap pak de Ari JB.

Pak de Ari JB (Kiri) motor gelaran UFC

Dimas ketua pelaksana UFC 3

Persiapan yang matang dengan total seluruh kelas all Kenari ini terdiri dari 16 kelas yang dibagi menjadi G16 sebagai babak penyisihan. Seperti di awal sebelum mulainya gelaran, panitia memeriksa ukuran kelayakan kenari sesuai kelasnya melalui proses Scruting. Terlihat suasana hening menikmati kicauan kenari menjadikan tontonan menarik dengan aturan-aturan yang sangat ketat.

Setelah masuk tahap seleksi dari G-16, kelas BOB kecil di sabet oleh kenari Audi dengan pemilik Kenari Cirendeu. Sedangkan dikelas BOB Umum setelah beberapa tahap melalui penyisihan, Herman dari Erlangga SF dengan amunisinya Paul’s berhasil mendapatkan Best of the Best dikelasnya.

Juara BOB Kenari Umum

Juara BOB Kenari Kecil

Adanya perhelatan ini komunitas kenari dapat lebih berkembang kembali dalam meramaikan jagad perburungan. Sebelumnya pihak panitia mengucapkan terima kasih atas partisipasi serta dukungannya, dan memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama berlangsungnya lomba. Perlu diketahui kedepannya UFC-4 kembali akan digelar tahun depan dengan konsep lebih mewah lagi.

suasana kelas g36

UFC