Sepuluh Besar Juara Vitarest Cup 2 Lapak Gambreng Nagreg

Sepuluh Besar Juara Vitarest Cup 2 Lapak Gambreng Nagreg

Bandung (MediaBnR.COM) –  Kurang lebih 900 burung bersaing di lomba Nasional PMTI Vitarest Cup II di lapak Gambreng, Nagreg, Sabtu-Minggu (24-25/9). Banyaknya peserta di Lomba Vitarest Cup II ini mengulang sukses lomba Vitarest Cup I lima bulan lalu di lapak yang sama. Pemilik Vitarest sekaligus inisiator Vitarest Cup II,  Aristyo Setiawan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh mania andhokan yang telah hadir dan bersaing di lomba Vitarest Cup II.

“Kami tak menyangka antusiasme yang begitu tinggi terhadap lomba ini. Karenannya kami mengucapkan terima masih pada semua mania terutama mania luar kota yang telah ikut berpartsisipasi dalam lomba Vitarest Cup II. Kami juga ucapkan selamat bagi team SDR, HOKI, Linggar dan Team Majalaya yang menjadi juara,” ujar lelaki yang akrab disapa Aris ini kepada Media BnR usai lomba.

Cadas Taklukan Lapak Nagreg, SDR Boyong NMAX

Cadas Taklukan Lapak Nagreg, SDR Boyong NMAX

Meskipun di hari Sabtu dan Minggu lapak Nagreg diguyur hujan, namun panitia Nagreg yang dikomandoi Oceng AHS mampu menyelesaikan lomba hinggga sukses mendapatkan juara sejati. Dominasi burung loncat alias jablay terlihat di enam besar. Empat burung jablay dua burung manuver. Meski burung jablay mendominasi, namun yang menjadi juara adalah burung maneuver. Ya, Cadas burung milik Opik SDR mampu menyudai lomba dengan sempurna.

Di semi final, dua burung jablay saling bunuh. Black Magic yang digeber Kiki Hoki menyudahi dengan sempurna. Black Magic loncat ke atas ring dengan setudan kencangnya. Sementara RX king naiknya terlalu tinggi. Kemenangan Black Magic pun mendapatkan satu jatah tiket ke final bersama Cadas SDR yang telah lebih dulu mendapatkan tiket.

Aristyo Setiawan Berikan Piala Kepada Joki Cadas, Uus

Aristyo Setiawan Berikan Piala Kepada Joki Cadas, Uus

Pertempuran seru terjadi di partai final. Dua burung beda karakter saling pukul. Sejak di pelepasan,  BLack Magic memukul Cadas ke bawah. Pun demikian sebaliknya Cadas memukul ke atas.  Falam kondisi hujan rintik-rintik hasilnya Black Magic harus mengakui keunggulan Cadas. Ia dibawa terbang tinggi dan meningglkan Black Magic. Padahal di babak-babak awal, Black Magic begitu sempurna. Tidak ada lawan yang dibawa terbang rendah dan menukik dengan kencang. Seolah mengingatkan pada Putra Tasik , burung jablay yang memiliki setud dan kencang. Namun ketika berhadapan dengan Cadas, ia  tak mampu membawa terbang rendah burung milik SDR tersebut. Black magic harus puas berada di posisi runner up dan diganjar dengan satu unit sepeda motor.

Black Magic Harus Puas Berada di Urutan Kedua

Black Magic Harus Puas Berada di Urutan Kedua

Sementara itu, aksi Cadas sangat perfect. Sejak babak awal, burung kawakan milik Opik SDR ini selalu menyudahi lawannya dengan manis. Hingga partai final, Cadas selalu duluan meluncur ke atas patek yang digeber Uus. Dengan kemenangan inipun, Cadas SDR memboyong satu unit sepeda motor NMAX ke Ciamis. Kemeangan ini merupakan kemenangan kedua Cadas di Nasional 2016. Tiga bulan lalu burung ini juga juara di lapak Keradenan. Sehingga menanamh pundi-pundi poin. 320 poin telah didapat.

Dua kali menang di lomba nasional, Cadas langsung naik kepersaingan papan atas klasemen sementara. Itu artinya, burung ini akan menjadi ancaman serius bagi pemiliki burung di papan atas klasemen. Karena aksinya yang selalu tampil sempurna.  Opik SDR yang berhalangan hadir di lomba ini memberi apresiasi positif terhadap burung nya. “Masih ada beberapa giringan lagi hingga anniversrry 2016. Mudah-mudahan Cadas bisa menyamai rekor Nirwana dua tahun lalu yang menjadi juara nasional,” ujar Opik.

Black Magic Menjadi Ancaman

Black Magic Menjadi Ancaman

Sementara itu, juara ketiga dan keempat didapat oleh burung lokal. Dua burung ini mampu bersaing di panasnya atmosfer persaingan team besar hingga menjadi juara ketiga dan kempat. RX King milik Empang Linggar yang paling Bombastis. Burung ini dengan loncatan indahnya menjungkalkan semua rivalnya dengan sempurna. Bahkan  burung-burung team besar pun dikalahkan tanpa ampun. Sayangnya di partai semi final, RX King harus mengakui keunggulan Black Magic. Ia pun harus puas berada di urutan ketiga. Satu unit sepeda motor Mio ia bawa ke kandangnya.

RX King Mampu Bersaing dengan Team Besar

RX King Mampu Bersaing dengan Team Besar

 

Panda Sanggup Bertahan Hingga Empat Besar

Panda Sanggup Bertahan Hingga Empat Besar

Sementara itu, Panda menyudahi perebutan keempat versus Penggoda. Sama seperti partai final, kedua burung inipun beda karakter. Panda manuver sementara Penggoda burung jablay. Penggoda tidak mampu memukul Panda ke bawah yang ada Panda yang membawa atas penggoda. Sehingga Panda masuk duluan kearah patek sementara penggoda menyusul. Panda dinobatkans ebagai juara ke empat dan berhak atas uang Rp 6 juta.

Atasnama panitia lapak, Ketua Lapak Gambreng, Oceng AHS, mengucapkan terima kasih pada semua mania yang telah datang dan mensukseskan lomba Vitarest CUP II. “Mohon maaf kalau pelayanan panitia kurang berkesan. Di lain waktu pihaknya akan memberikan pelayanan yang maksimal.  Terima kasih atas dukungan rekan-reakan mania tinggian,” ujar Oceng AHS. (sae Milan)

BACA JUGA: Hasil Lomba Nasional PMTI Vitarest Cup II (25/9/2016)