Di kalangan muraimania, nama penangkaran Sawung Seto Bird Farm  lekat dengan sosok muraimania Wasno Yulianto, yang juga dikenal sebagai pengusaha  agrobisnis ternak ayam potong.  Wasno Yulianto ini menggeluti duna hobi kicauan sekitar tahun 2012.

”Awalnya sekadar untuk melepas kejenuhan kerja. Saya akhirnya aktif mengikuti berbagai  gelaran mulai dari latberan, latpres sampai ke lomba-lomba.” Kemudian nama Wasno Yulianto berkibar antara lain lewat kiprah Hanamichi gacoan murai batu ekor putih yang sering menjuarai berbagai gelaran, dan Senopati gacoan murai batu ekor hitam yang sempat bertengger di tangga juara BnR Award 2019.

Wasno Yulianto berlatar belakang pengusaha peternak ayam potong yang terjun di dunia hobi kicaumani

“Ketika saya mulai dari 2012, teman-teman akhirnya jadi sering menawarkan burung murai lomba, lama-lama burung murai batu saya jadi banyak. Karena tidak semua bisa tampil  stabil di gantangan, dan  daripada ketika hendak saya jual kembali harganya merugi, akhirnya saya mencoba berternak. Waktu itu saya  mulai dengan  5 pasang indukan,” jelas pria kelahiran Gunung Kidul Jogjakarta 20 Juli 1979 itu.

“Allhamdulilah waktu itu kandang penangkaran yang lokasinya di rumah sendiri,  produksinya ternak saya berhasil. Hasil anakannya kemudian  banyak diambil  oleh rekan-rekan saya sendiri,  anakannya saya jual dengan kisaran harga dari Rp 2 Juta,  sampai Rp 2,5 Juta. Allhamdulilah di tangan teman-teman saya, burung-burung hasil ternakan saya banyak yang sudah moncer di lapangan, ” ungkapnya

Bahkan iapun mengembangkan  kandang penangkarannya dengan 20 pasang indukan .  “Saya membuka lagi kandang penangkaran di Jalan Pintu Air Pulogadung RT 07/RW 06  Kelurahan Jatinegara Kaum Kec Pulogadung.  Letaknya di Belakang Gedung LPMJ,  Jakarta Timur.  Tapi disini,  karena saya belum fokus produksinya tidak sebagus kandang ternak yang ada di rumah saya. Karena dari 20 pasang indukan yang aktif berproduksi hanya sekitar 6 pasang, Mudaha-mudahan kalau saya lebih fokus, insya Allah semuanya akan berproduksi” jelasnya

Mr Wasno Yulianto di kandang Sawung Seto Bird Farm miliknya

Kondisi  itulah yang juga  membuat Wasno Yulianto  berniat melebarkan usahanya menjadi Sawung Seto Bird Mastering. “Ini untuk membantu rekan-rekan saya muraimania yang mempunyai murai batu trotol, pastol dan dewasa tetapi kurang memiliki burung masteran untuk mengisi suara murainya,” tukasnya lagi

Wasno Yulianto di salah satu ruangan Sawung Seto Bird Mastering

“Lagipula saya memiliki banyak burung masteran yakni Cililin, Cucak Cungkok, Rambatan, Kolibri, Branjangan, Pentet, Jalak Suren, Kenari, LB, Srindit,  Branjagan, Cucak Jenggot, Ciblek gunung, Ciblek Sawah, Parkit, Pleci, Parkit, Kapas Tembak, Sirih-Sirih,” tambahnya lagi,

“Burung-burung masteran awalnya saya beli untuk mengisi suara murai batu saya dan hasil ternakan Sawung Seto Bird. Ruang Masteran disini ada  3 ruangan, yakni Trotol, Lepas Trotol, dan Murai Dewasa. Agar lebih bermanfaat bagai para sahabat kicaumania, burung-burung masteran itulah yang akan saya jadikan Sawung Seto Bird Mastering.”

Mr Taufik yang mengurusi Sawung Seto Bird Mastering

“Rencananya bagi muraimania yang mau memasterkan di Sawung Seto Bird Mastering akan dikenakan biaya pakan dan perawatan sebesar Rp 350 ribu per bulan dengan garansi suara masteran bisa menjadi suara isian muraibatunya.  Bagi rekan-rekan muraimania yang berminat, silahkan hubungi Contact Personnya Sawung Seto Bird Mastering, yakni Mr Taufik di no: 081319606819.  Jangan lupa lokasinya di jalan pintu Air Pulogadung, RT 07/RW 06  Kelurahan Jatinegara Kaum Kec Pulogadung. Belakang Gedung LPMJ,  Jakarta Timur, “tukasnya (Julius)