CUCAK HIJAU THE ROCK, AM ANGKARA & VIRUS JADI BOMBER SUNARI BC BALI

MediaBnR – Sunari BC dari Bali berhasil membawa pulang tropi runner up Juara Umum BC di lomba Mahakarya Putra Bromo bersama BnR Probolinggo, Minggu 11 April 2021. Meski hanya bawa 3 gaco milik Yudhi HJ, Sunari BC sukses merebut juara umum, meski di runner up nya. Apa saja gaco yang dibawa dan seperti apa kehebatannya?

Mahakarya Putra Bromo bersama BnR Probolinggo salah satu even prestis di wilayah Jawa Timur, khususnya di kota Probolinggo. Dibuka 2 lapangan di lapangan  Karya Bhakti Yonzipur 10, even ini diikuti ribuan kicaumania, tentu bersama burung – burung hebatnya.

Yudhi HJ yang kala itu menurunkan Cucak Hijau The Rock, beserta dua burung Anis Merah bernama Angkara dan Virus tampil ciamik dan mencuri perhatian. Cucak hijau The Rock yang ditukangi Pendik, sukses memboyong juara pertama di kelas utamanya yaitu G16 Putra Bromo dengan bandrol tiket satu juta rupiah, sementara di kelas G36 BNR Jatim hanya finish di urutan ke-4.

SUNARI BC BALI RAIH RUNNER UP JUARA UMUM

Keberhasilan The Rock tak lepas dari aksinya yang ciamik dalam membawakan lagu-lagu roll tembak dengan durasi panjang dan volume tembus. Selain itu, gaya ngentrok jambulnya menjadi daya tarik disetiap penampilannya, termasuk pada even tersebut.

“Sebenarnya saya sedikit was-was, karena kondisi The Rock sedang nyulam ekor dan bulu-bulu kecil. Alhamdulillah, burungnya mau tanggung jawab dan masih mampu memberikan penampilan terbaiknya,” ujar Pendik yang memang spesialis cucak hijau, sumber Burungnews.

Di kelas berbeda, Anis Merah Angkara justru sukses menjadi bomber sekaligus penentu kemenangannya. Dari 4 laga, Angkara berhasil memboyong juara 1 sebanyak 3x. Pak Tu yang dikenal bertangan dingin menukangi anis merah, mengaku sangat puas karena Angkara tampil sesuai harapan. Sementara pelapinya, bernama Virus juga tampil ciamik dan berhasil unggul di runner up pada sesi Probolinggo A.

Kedua burung ini, secara kualitas memiliki kemiripan. Telernya full dan simbang dari kanan sampai kiri, volumenya juga lantang, dan pembawaan lagunya full ngisi ketika teler. “Angkara lebih berpengalaman dan mentalnya sudah mapan. Dalam kondisi cuaca apapun, Angkara pasti teller jika sudah berada di atas gantangan. Sementara Virus, tinggal meraba-raba sedikit lagi agar bisa jadi tandem Angkara untuk naik bersama,” jelas Pak Tu.

Usai memenangi laga ini, Sunari BC justru dibuat kaget lantaran panitia menobatkannya sebagai peraih runner up juara umum BC. ”Kaget saya saat nama Sunari BC di panggil-panggil sebagai peraih runner up BC. Padahal saya sama temen saya ini, tadi tidak ada niatan untuk berburu juara umum,” bilang Pak Tu yang datang ke even ini hanya berdua bersama Pendik dari Bali.

“Walaupun kami jadi runner up BC, tapi kami sangat bangga. Karena hasil ini murni dari gaco-gaco kami. Tropi bergengsi ini menjadi oleh-oleh untuk Bos Yudhi HJ dan juga untuk Sunari BC Bali,” tutup Pak Tu yang sudah berkemas untuk balik pulang ke Bali dengan wajah semringah.