Piala Jateng 2

Robert Pantau torehkan prestasi Ra Umum & Ra Ngenyang usung Dt. Kampung Ulu Cup I

MediaBnR-Klaten, Lomba burung berkicau Piala Jateng 2 yang terselenggara pada hari Minggu (4/4/21) di Lapangan Pradana, Bolali-Klaten menjadi ajang temu kangen kicaumania yang hadir dari berbagai penjuru wilayah Nusantara, tak hanya lintas Blok tetapi juga lintas Pulau.

Sigit KM rayakan kemenangan Matahari Sakti & Intan Sakti

Ramai dan meriah, tentunya juga menyajikan persaingan yang lebih seru dalam perebutan podium juaranya. Matahari Sakti dan Intan Sakti, dua amunisi andalan Sigit KM-Kedung Mulyo SF Klaten menjadi salah satu saksi ketatnya kompetisi hari itu. Matahari Sakti sebagai salah satu kandidat murai batu terbaik Blok Tengah mampu membuktikan kesaktiannya untuk nyaris menyabet double winner, diantaranya lolos uji sebagai yang terbaik disesi murai batu Jateng dan runner up disesi utama Tantangan tiket termahal 5 juta.

Runner Up juara SF diraih Sigit KM-Kedung Mulyo SF Klaten

Kemudian disusul lovebird Intan Sakti yang begitu sengit memberi perlawanan hingga sukses diganjar podium juara 3 oleh tim pengadil RGN di sesi lovebird Radja A. “ Menurut kami keduanya sudah memberikan penampilan terbaiknya, ya tapi memang rival-rivalnya juga bukan burung sembarangan jadi sangat ketat sekali point persaingannya. Untuk itu kita tetap bersyukur atas hasil hari ini, semoga di event-event selanjutnya bisa lebih optimal lagi,” ungkap Sigit KM didampingi Teddy seusai serah terima tropy juara runner up Single Fighter.

Mengusung bendera Dt. Kampung Ulu Cup 1 yang bakal mengakses gelarannya di kota Magelang pekan depan, Robert Pantau-Jogja hadir dengan squad amunisinya dikelas anis merah dan hwamei. Tentunya masih bersama anis merah fenomenal bernama Ra Umum yang menurut Rico Sang mekanik hari ini merupakan penampilan terakhir besutannya yang sudah menjalani awal masa mabung. Meskipun sudah banyak menjatuhkan bulu, Ra Umum dengan sisa-sisa tenaganya masih terlalu tangguh untuk bersaing dan bahkan nyaris sukses menyabet predikat hattrick.

Tak mau ketinggalan Ra Ngenyang yang juga handal memainkan iramanya di kompetisi burung Hwamei untuk nyaris berhasil menorehkan kemenangan double winner. “ Bersyukur untuk lomba hari ini yang terlihat sangat meriah dan sukses, sarat akan kicaumania yang tampak begitu bahagia. Monggo, kita bisa ngumpul bareng lagi pekan depan di gelaran Kampung Ulu Cup 1 Feat BnR, tepatnya di lokasi Jl. Mayor Kusen, Pabelan Mungkid-Magelang (Jalan utama Muntilan-Borobudur KM 5), kondisikan lagi amunisinya,” pungkas sang punggawa mengundang resmi kicaumania Nusantara di gelaran tersebut.

Pelor Mas besutan Clio Rahmat-Inhil Team Riau sabet nyeri & tolak pinangan 60 juta

Meskipun Clio Rahmat sang empunya tidak dapat hadir langsung mengawal penampilan gacoannya, Pelor Mas tetap beraksi garang untuk mengibarkan bendera Inhil Team Riau. Ya benar adanya, kualitas materi istimewanya masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan rival-rival jawara lainnya. Hal ini dibuktikan langsung oleh Pelor Mas, dimana namanya tercatat dua kali di puncak tahta kejuaraan kacer untuk layak menyemat predikat double winner.

Bukan tanpa alasan orang nomor satu di Radja Company yang terjun langsung mengawasi lomba hari ini mendekat dan mengucapkan selamat atas kemenangan Pelor Mas. Ya, Om Prio bahkan juga mengajukan penawaran untuk meminang Pelor Mas dimana ternyata sebelumnya Mas Bintang selaku owner Lapangan Pradana telah lebih awal menawar diangka 50 juta. Ringkas cerita di lapangan, setelah Om Prio melebihi tawaran diangka 52 juta dan Mas Bintang naik lagi tawarannya menjadi 60 juta, sang empunya tetap kekeh belum melepas dan menyampaikan maaf kepada kedua Tokoh tersebut.

Leonis besutan Isa Jepara sapu kelas utama murai batu tantangan tiket 5 juta

Kelas tantangan murai batu dengan tiket termahal sebesar 5 juta sukses dimenangi oleh kandidat bernama Leonis, gacoan M. Taufiq asal kota Jepara yang beken lewat sapaan Mas Isa ini. Setelah sukses menaklukkan berbagai gelaran akbar di sekitaran wilayah Blok Tengah, kualitas di atas rata-rata Leonis kembali terbukti di ajang bergengsi ini. Aksi roll tembak bongkar materi isian panjang-panjang dengan durasi kerja stabil sebagai senjata pamungkasnya sukses mencuri perhatian sang pengadil untuk menghadiahinya bendera koncer A.

Mr. D-Marina Team Semarang usung kualitas Garuda Jaya

Sementara kandidat lain bernama Garuda Jaya milik Mr. D Semarang yang juga tampil eksotic lewat berbagai keunggulan materinya sukses menyabet podium runner up disesi murai batu Prio Sutrisno. Tak terlihat gentar sedikitpun saat bersanding dengan sederet nama besar murai batu jawara Nasional yang ikut meramaikan ajang ini, Garuda Jaya tetap konsisten mengeksplore seluruh kemampuan terbaiknya untuk mengibarkan bendera Marina Team. Meskipun hasil akhir bendera koncer A terpecah dan Garuda Jaya harus tipis bergeser ke podium juara 2, Mr. D sang punggawa tetap legowo bahkan jadi lebih optimis mengusung amunisi andalannya ini ke event-event yang lebih bergengsi lagi.

Arema besutan Is Nugroho-Kunci Mas Solo nyeri juara 3

Dikelas cucak hijau salah satu amunisi jebolan markas Kunci Mas Solo komando Is Nugroho ikut berperan dalam perebutan tahta kejuaraan, yakni lewat kualitas mumpuni yang dipertontonkan oleh Arema. Gaya jamtrok stabil awal akhir begitu balance dengan muntahan variasi lagu tembakan yang konsisten dimuntahkannya untuk dua kali berbagi bendera koncer A disesi Prio Sutrisno dan sesi Radja. Ya meskipun pada akhirnya Arema harus rela dua kali bergeser ke podium juara 3, hal ini cukup membuktikan eksistensinya selalu aktif menorehkan prestasi di event-event akbar.

Begal debutan Neyra 0721 Srikaton legowo kebagian pdoium juara 3

Hal senada juga dialami Begal, amunisi lovebird lulusan tangan dingin Neyra 0721 Srikaton-Semarang. Meskipun dirasa sudah cukup unggul kualitas baik dari segi volume, durasi panjang tembakan, dan juga durasi aktif kerjanya, bersaing dikelas lovebird umum yang diikuti segudang nama besar jawara Nasional, Begal sebagai pendatang baru harus berjiwa besar dan lebih legowo dimana namanya hanya sekali saja dihadiahi podium juara 3 disesi Jateng A. “ Rejekinya baru segitu, harus banyak-banyak bersyukur dan tetap semangat mencoba di event-event selanjutnya. Insya Allah, bisa lebih maksimal lagi hasilnya,” ujar sang empunya legowo dan tersirat ekspresi kebahagiaan karena berlomba adalah sebuah hobby untuk kesenangan saja.

Candi Putri nyaris quattrick sumbang point kemenangan SF Putra Candi

Putra Candi SF komando H. Cahaya sabet juara Single Fighter

Diakhir gelaran panitia mengumumkan peraih juara umum Single Fighter terbaik yang sukses disemat oleh H. Cahaya-Putra Candi SF yang pundi-pundi point menggunungnya diantaranya disumbangkan oleh Candi Putri yang nyaris menyabet predikat kemenangan quattrick dikelas lovebird dan juga disempurnakan oleh torehan prestasi sederet nama-nama amunisi dikelas burung lainnya. Kemudian juara umum Bird Club yang sukses diraih oleh VR 43 BC. (kiky)