Irmaga BC Batang

Tim juri RI kawal gelaran Road To Cahaya Fiesta 2021

MediaBnR-Batang, Panitia Radjawali Indonesia DPC Weleri-Kendal komando Becky beserta tim jajarannya menggelar lomba special bertajuk Road To Cahaya Fiesta 2021 yang terselenggara di lokasi gantangan Irmaga BC Lebo Gandil, Gringsing-Batang pada Minggu (18/04/21). Meski selang beberapa hari sebelumnya lokasi helatan dinyatakan pindah yang awalnya bakal bertempat di Lapangan PTPN IX Plelen-Batang kemudian bergeser ke lokasi ini, antusias kicaumania tetap padat dimana pesanan tiket sudah nyaris 100 persen terpesan baik dari kicaumania akar rumput sendiri maupun lintas kota.

Mengawali puncak helatan Cahaya Fiesta 2021 yang diagendakan pada tanggal 6 Juni 2021 mendatang bertempat di lokasi wisata Pantai Cahaya, Rowosari-Kendal, panitia benar-benar mematangkan kegiatan hari ini sebagai persiapan ataupun gladi bersih untuk meminimalisir segala kekurangan maupun kesalahan, dimana diharapkan pada hari H nanti semuanya dapat terhandle dan berjalan sukses dalam menjamu kicaumania.

Pusoko milik Guruh-Casual BC tampil terbaik, bintang baru dikelas kenari

Menjadi saksi kesuksesan gelaran hari ini diantaranya adalah amunisi gacoan bernama Pusoko kenari jebolan Markas Casual BC pimpinan Guruh yang sukses mendominasi pertarungan khususnya dikelas kenari std bebas Batang. Lewat tampilan kinerja ngedur bongkar materi lagu kenarian panjang-panjang berjeda rapat, volume keras, serta gaya tarung nagen, Pusoko terlahir sebagai bintang baru dikelas ini seperti halnya pada laga tarung sebelumnya saat namanya sukses merangsek ke podium runner up di gelaran akbar Piala Jateng 2 Klaten kawalan juri RGN dan juga Kampung Ulu Cup 1 Magelang kawalan juri BnR.

Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu kandidat kenari jawara asal Blok Tengah yang lolos uji di berbagai gelaran Lintas EO karena memang kualitas yang berbicara. “ Puji syukur, Pusoko main setiap minggu selalu nyantol podium, semoga dia tidak pernah capek untuk terus mengukir prestasi di event-event selanjutnya. Sebenernya masih ada beberapa amunisi kenari dan lovebird di Casual BC yang kualitas materi maupun prestasinya juga tidak kalah hebat dari Pusoko, tapi sementara ini saya masih fokuskan ke Pusoko, mungkin event besok saya turunkan yang lainnya,” pungkas punggawa Casual BC yang bermarkas dibilangan wilayah Kaligading, Boja-Kendal ini.

Duet Zolla & Buah Bibir kibarkan bendera Boja Mandiri SF

Zolla, salah satu jawara stabil cucak hijau lulusan crew Kamto-Boja Mandiri SF juga sangat berperan di lomba hari ini dimana namanya nyaris mencetak kemenangan hattrick. Sedikit flashback di event-event sebelumnya, Zolla memang selalu aktif bertengger di puncak podium berbagai helatan sekitaran Blok Tengah, dan kali inipun lewat balutan materi istimewanya, kualitas Zolla kembali diakui jempol oleh sang pengadil maupun penonton yang menyaksikan performanya.

Tak hanya amunisi cucak hijau yang menolak pinangan ditempat dengan nominal 40 juta ini saja, Boja Mandiri SF kawalan Bagus ini juga sukses dengan amunisinya dikelas kacer yakni Buah Bibir yang dua kali finish di puncak podium untuk mengantongi predikat double winner. “ Kok tau om Zolla ditawar 40 juta?, Iya om tadi Mas Dian SRG memang nawar segitu, karena sebenernya dia sudah naksir lama sama Zolla dan naik terus tawarannya, tapi kok sepertinya saya masih eman ya,” jelas Bagus sedikit tersenyum.

X-Pander milik H. Wawan Passhop tampil tanpa persiapan tetap naik podium

X-Pander yang belum lama ini ditake over oleh H. Wawan Passhop-Pekalongan ikut berpartisipasi dipodium puncak sesi cucak hijau Batang meskipun hadir tanpa persiapan matang. Seperti biasanya, mengandalkan materi volume tembus dan muntahan materi lagu kasar X-Pander mampu tampil terdepan. “ Sebenarnya mau fokus di kegiatan puasa Ramadhan dulu, tapi kok temen-temen ngajakin ngabuburit, ya apa salahnya, asal bawa saja soal menang kalah belakangan lah,” pungkas M. Naseh sang mekanik.

Mahameru milik DMA Kudus sabet double winner dikelas pamungkas

Disetiap gelaran, kelas murai batu memang selalu diidolakan karena tampilannya yang memang eksotis. Tak hanya lewat gaya tarung ngeplay tapi berbagai faktor penilaian lainnya juga sangat menarik untuk disimak. Kali ini tahta juara tidak hanya di dominasi oleh satu nama saja, tapi dikeempat kelas yang ada podisi terbaik ditempati oleh gacoan berbeda. Seperti halnya Mahameru milik Dimas Anto-DMA Kudus yang kualitas di atas rata-ratanya diganjar dua kali untuk naik podium sesi utama murai batu Radjawali dan Panglima.

Royal Team, Duet Pandowo & Petir tampil eksotis

Podium runner up dikelas murai batu Panglima terlahir nama Pandowo, burung muda besutan Umar-Khalid dari Royal Team yang sering memberi aksi kejutan untuk menyabet prestasi di usia mudanya ini. Mengiringi kemenangan Pandowo, Petir polesan Umar-Cepux juga tampil elegan di perform perdananya pasca mabung untuk sukses memimpin persaingan dikelas murai Borneo PTPN. “ Petir come back,” cetus Cepux sumringah.

Sangkakala tampil membanggakan Adara BF

Sangkakala, murai batu lepas trotol yang usianya baru menginjak 9 bulan ini memberi kejutan para seniornya lewat performa dahsyatnya. Turun didua sesi murai batu Batang dan Cahaya, amunisi jebolan penangkaran Adara BF pengusung bendera Happy Metal SF ini berhasil finish sebagai juara 1 dan 3. “ Memang pesannya tiket didua kelas itu saja om karena pulang kerjanya jam segitu jadi baru bisa gantang,” ucap Pak Basuki sang punggawa.

Eggi Raja Ngurak, Baladewa tampil konslet hipnotis juri & penonton

Baladewa, salah satu amunisi jebolan markas besar Raja Ngurak pimpinan Om Eggi juga tak mau ketinggalan mendulang prestasi. Lewat aksi tarung konslet, ngeyel ngeplay sujud sembari aktif memuntahkan materi lagu isian beserta variasi tembakan panjang-panjangnya, Baladewa berhasil menghipnotis tim juri bahkan juga para penonton untuk menobatkannya sebagai yang terbaik disesi murai batu Cahaya dan runner up Batang.

“ Rawatan Baladewa cukup simple sih om, jangkriknya 7 p/s, rawan embun, jemur 30 menit, umbaran 2x seminggu hari Senin dan Selasa. Kemudian untuk settingan lombanya cumin mandi sebelum berangkat, jangkrik 5, ulet hongkong 5, ditambah 3 tetes jamu Ranjang di air minumnya, di lapangan tinggal diasingkan ditempat yang sekiranya nyaman, colok jangkrik 5 dan 10 ulet hongkong  lagi, full krodong, siap gantang,” jelasnya singkat.

Kirnoe-Aldy Blue Team andalkan kualitas AG1 sabet hattrick

Dikelas lovebird, AG 1 kawalan Kirnoe-Aldy pengusung bendera Blue Team di lawatannya ke Blok Tengah kali ini langsung sukses besar untuk menggondol podium kemenangan hattrick. Aldy yang berdomisili di Jawa Barat ini memanfaatkan libur Lebaran di kota kelahirannya Sukorejo-Jawa Tengah sekalian memboyong AG 1 untuk mewarnai kompetisi.

“ Kami mewakili juri dan crew Radjawali Indonesia DPC Weleri-Kendal menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania, dan memohon maaf yang sedalam-dalamnya apabila pada jamuan Road To Cahaya Fiesta 2021 ini masih terdapat kekurangan dalam memberikan pelayanan. Bagi yang belum hoki ataupun yang menjadi juara hari ini, poles lagi gacoannya dan jangan kasih kendor untuk menghadapi puncak gelaran Cahaya Fiesta 2021 mendatang. Salam Radjawali Terbang Tinggi,” tutup Becky diakhir gelaran. (kiky)

Becky, Ketua RI DPC Weleri-Kendal

Totok Perkasa RI & MC Abenk

Kicaumania lintas kota support gelaran