Piala Canting VI Semarang

Egih Sugiharja

MediaBnR-Semarang, Minggu (06/06/21). Lomba kolosal Piala Canting VI yang sempat tertunda selama hampir satu tahun ini akhirnya dapat terselenggara meskipun agenda lokasi awal di kota Pekalongan harus bergeser ke kota Semarang, tepatnya di Wisata Kebun Binatang-Mangkang. Bukan main-main keseriusan panitia komando Egih Sugiharja ini, pasalnya hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam gantangan yang sudah berdiri di lokasi awal dapat langsung dipindah berdirikan di lokasi tersebut. “ Sebuah perjuangan yang sangat berat, tapi demi berlangsungnya lomba dan menjamu kicaumania, dengan niatan tulus semua tetap harus kita kerjakan,” ujarnya.

Untuk event tahun ini EO yang digandeng adalah NZR Indonesia dan tidak mengurangi antusias kicaumania untuk tetap mensupport sekaligus andil berpartisipasi mengusung sederet amunisi andalannya ke sini. Ya, kicaumania lintas blok memang sudah menggadang laga kolosal ini sebagai salah satu ajang uji joba gaco jawaranya bertandang ke lomba selevel nasional.

KFM SF Semarang komando H. Arief sabet juara umum Single Fighter

Kicaumania akar rumput asal kota Lumpia sukses besar lewat sederet penampilan squad amunisinya untuk dapat mengumpulkan pundi-pundi prestasi di podium juara 1, yakni H. Arief yang kemudian dinyatakan mutlak unggul dalam perebutan juara umum Single Fighter dengan mengibarkan bendera KFM SF Semarang komandonya. “ Alhamdulillah, meskipun saya tidak ikut berjuang sampai akhir karena harus pulang duluan menghadiri acara lain, temen-temen KFM SF tetap solid berkolaborasi lewat gacoannya masing-masing, dan hasil optimalpun dapat diraih bersama untuk sukses memboyong pulang trophy juara umum Single Fighter,” ungkap H. Arief ditemui mediabnr.com di kediamannya.

Demikian juga dengan Embun Team asal kota Tegal pimpinan H. Samsul lewat kawalan Aji Adista yang begitu konsisten mengkoordinir pertarungan amunisinya di lapangan untuk kemudian dapat menuia hasil membanggakan lewat kemenangan juara umum Bird Club. “ Terimakasih atas support yang sangat luar biasa ini dari rekan-rekan kicaumania semua yang begitu solid berjuang bersama demi satu tujuan, semoga di event selanjutnya Embun Team dapat mempertahankan predikat juara umum ini, dan tampil lebih baik plus kompak lagi,” ujar Aji Adista mewakili tim.

Neyra 0721 Srikaton, Begal sedikit kurang hoky hanya nyaris raih double winner

Tokoh kicaumania lainnya juga tak mau ketinggalan membuktikan kualitas gacoannya, diantaranya adalah Neyra 0721 Srikaton lewat aksi lovebird Begal yang nyaris berhasil menyapu bersih podium juara dikelas umum. Turun disesi pertama Begal sedikit tercengang karena hasil point sama dalam perebutan posisi terbaik yang pada akhirnya harus legowo kalah tos nomor gantangan terbesar untuk lengser di podium runner up. Namun disesi kedua namanya mutlak dinyatakan sebagai yang terbaik lewat raihan point selisih cukup telak.

Gerhana tampil stabil membanggakan Ndan Mahmud

Membayangi di podium runner up tercatat nama Gerhana besutan Mahmud dari kota Kendal yang aksinya cukup mencuri perhatian khalayak lewat durasi tembakan panjangnya. Seperti pada laga sebelumnya di gelaran Cahaya Fiesta 2021 pekan lalu, dimana namanya juga sukses menempati podium juara 3 dikelas lovebird umum.

Dikelas cucak hijau duet amunisi yang diturunkan H. Wawan Passhop asal kota Pekalongan cukup berat menyuguhkan persaingan, yakni Shiva dan X-Pander yang keduanya sukses merepotkan di podium kejuaraan. Mengandalkan power keras dalam membawakan bongkaran materi irama lagunya, X-Pander berhasil menduduki podium juara 2 dan 3, yang kemudian disempurnakan oleh Shiva lewat kombinasi materinya yang begitu mempesona untuk dapat menyabet predikat juara 1,3 dan 4. “ Karena memang ada 8 ekor amunisi cucak hijau di markas Passhop Team, ya harus giliran tampilnya. Kemarin di Cahaya Fiesta kita mainkan Philips yang nyaris double winner, dan siang ini kita gantian menurunkan Shiva sama X-Pander. Alhamdulillah, semuanya stabil berprestasi,” ungkap H. Wawan Passhop.

Sukma Titut, Orang-Aring tetap eksis raih prestasi pasca mabung

Gelar jawara terbaik dikelas cucak hijau ini juga sukses diraih oleh Orang-Aring polesan Sukma Titut asal kota Semarang. Lewat aksi jamtrok bongkar materi lagu tembakan bervariasi, Orang-Aring berhasil finish sebagai juara 1 disesi cucak hijau Pekalongan dan juara 4 (tos gantangan terbesar untuk juara 2,3,4) disesi Satu Misi.

Boncel milik Wawan Sumowono raih podium runner up ditiket 1,5 juta

Ketatnya kompetisi begitu kental tersaji dikelas murai batu dimana nama-nama besar jawara lintas blok ikut serta di laga ini. Seperti halnya Boncel, setelah sukses mengemban sederet kemenangan di beberapa event akbar sebelumnya, amunisi andalan Wawan Sumowono ini kembali sukses mengukir prestasi untuk membuktikan kualitas serta eksistensi kestabilan performanya. Boncel lewat pembawaan volume tembus+muntahan variasi isian panjang berhasil memboyong pulang podium juara 3 disesi murai batu Kata Hati tiket 1,5 juta.

Rojo Sembur milik Andi JnJ Cirebon stabil torehkan prestasi di event kolosal

Perlawanan yang juga merepotkan persaingan dipertontonkan oleh Rojo Sembur milik Andi JnJ selaku punggawa PBI Cirebon ini. Gaya tarung ngeplay happy geser-geser tangkringan sembari aktif mengeksplore materi irama lagu roll dan bongkaran tembakan isiannya, Rojo Sembur eksis di podium juara 3 sesi murai batu Kata Hati tiket 1,5 juta. “ Hoky nya baru segitu, tetap disyukuri,” ujar sang mekanik.

Budiyanto-Sikayu BC Comal usung kualitas murai batu Ixora

Hal senada juga diraih Ixora, salah satu koleksi gacoan besutan Budiyanto punggawa Sikayu BC Comal yang sukses mengukir prestasi disesi murai batu Pekalongan untuk dapat mengantongi podium juara 3. Tontonan apik diperlihatkan Ixora lewat balutan materi istimewanya, ngeroll tembak dengan muntahan lagu isian panjang-panjang. “ Masih bulu baru pasca mabung, Insya Allah sebentar lagi bisa top perform seperti dulu,” jelasnya.

Mahadewa sabet double winner

Sementara pertarungan sengit dikelas kacer sukses mutlak dimenangi oleh Mahadewa besutan Kamto BM yang aksinya tak mampu dibendung rival untuk dapat menyapu bersih podium juara terbaik dikedua sesi yang ada lewat torehan double winner. Bagus sang mekanik tampak begitu sumringah ketika ditemui banyak media di paddock Sumber Raya dan melampiaskan kebahagiaanya itu dengan mengajak semua awak media plus semua crew makan bersama di restoran terdekat. “ Terimakasih temen-temen media, saya pribadi sangat menghargai profesi jenengan semua dimana lewat olahan tangan media burung-burung kualitas ini dapat dikenal seluruh kicaumania Nusantara bahkan sedunia lewat tayangan website dan channel youtubenya. Sukses selalu untuk temen-temen media,” ungkap Bagus BM.

Kolaborasi juara umum Single Fighter & Bird Club

Diakhir gelaran segenap jajaran panitia Piala Canting VI menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas support dan partisipasi dari seluruh kicaumania yang sudah hadir memeriahkan, serta memohon maaf atas segala kekurangan ataupun kesalahan yang ada. (kiky)